Telkom Kaji Rencana Akuisisi
Selasa, 07 Desember 2004 | 03:26 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. mengkaji rencana akuisisi sebagai bagian dari rencana pengembangan perusahaan menjadi pemain di kawasan regional.
"Bentuk konkretnya belum ada, tapi di masa depan, bukan tahun depan, Telkom perlu melakukan kombinasi anorganik tidak semata organik, nah itu kan memerlukan akuisisi dan lainnya,kami akan menyiapkan dengan siapa saja yang memberikan tawaran menarik," ujar Direktur Utama Kristiono di sela-sela paparan publik dan perayaan 9 tahun Telkom sebagai perusahaan terbuka, Senin (6/12).
Pada masa mendatang, lanjutnya, Telkom berupaya menjaga pertumbuhan pendapatan dan keuntungan di atas 20 persen. "Di targetkan ke depan pertumbuhan pendapatan dijaga 25 persen dan keuntungan di atas 20 persen,"ujarnya.
Sampai dengan kuartal III tahun 2004 pendapatan Telkom sebesar Rp 25 trilliun. Untuk tahun depan, perseroan, tutur Kristiono, merencanakan belanja modal (capital expenditure/capex) grup Telkom sebesar Rp 14 trilliun. Sumber belanja modal, selain dari kas internal juga mencari sumber luar lain. "Sisanya dari utang-utang yang ada yang belum terserap seluruhnya," tuturnya.
Belanja modal diperuntukkan bagi ekspansi perseroan. Tahun depan, Telkom mentargetkan penambahan pelanggan seluler sebanyak 6 juta, Telkom Fleksi (telepon tetap nirkabel) sebanyak 1,5 juta dan telepon tetap sebanyak 400 ribu. Sehingga total pelanggan tetap tahun depan menjadi 11 juta dan pelanggan Telkom Flexi menjadi 21 juta.
Erry Firmansyah, Direktur Utama Bursa Efek Jakarta (BEJ) yang hadir dalam pertemuan tersebut, menjelaskan bahwa peran Telkom sangat besar bagi pergerakan saham di bursa.
Dia menyebutkan bahwa kontribusi transaksi Telkom dari seluruh transaksi BUMN di bursa sebesar 31,9 persen, saat ini yang terdaftar dalam bursa sebanyak 13 BUMN. Adapun kontribusi transaksi Telkom dari seluruh emiten di bursa sebesar 12,7 persen. "Sehingga gerak Telkom mempengaruhi pergerakan bursa,"tutur Erry. (yuliawati)





