BEJ Akan Tingkatkan Investor
Sabtu, 11 Desember 2004 | 11:11 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:PT Bursa Efek Jakarta (BEJ) tahun depan berupaya meningkatkan jumlah investor yang bermain di pasar saham dengan cara menaikkan likuiditas dan sosialisasi pasar modal.
Berdasarkan data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia, investor yang bermain di pasar modal saat ini masih di bawah 1.000.
"Data ini belum mencerminkan pemain pasar sesungguhnya, karena sebagian pemodal memilih embuka rekening lewat perusahaan sekuritasnya, untuk menghindar dari NPWP,"ujar Erry Firmansyah, Direktur Utama BEJ dalam paparan proyeksi BEJ tahun 2005 kepada wartawan di
Gedung BEJ (10/12).
Menurut Erry kemungkinan, jumlah investor yang bermain di bursa 300.000. Salah satu cara menarik investor adalah dengan meningkatkan likuiditas pasar. Untuk itu tahun depan, BEJ juga menerapkan kebijakan peningkatan likuiditas dengan menerapkan fraksi harga saham baru. Disamping itu BEJ melakukan sosialisasi
dengan investor. Adapun, target penambahan emiten tahun 2005 sebanyak 30.
Selain itu, di harapkan pada tahun 2005 rata-rata
nilai transaksi perdagangan sebesar Rp 750 miliar.
Proyeksi ini, tutur Erry, dibuat tahun 2004, saat
indeks mengalami penurunan, dengan rata-rata nilai transaksi harian sebesar Rp 500 miliar. Kemungkinan, apabila akhir tahun indeks ditutup positif, maka BEJ akan melakukan revisi proyeksi.
Adapun salah satu program utama tahun 2005, BEJ akan mengeluarkan produk investment trust real estate yakni semacam reksa dana yang diutamakan bagi sektor real estate. Namun hal ini masih dibicarakan oleh pihak otoritas pasar modal. Selain itu, program lainnya, BEJ akan membangun infrastruktur perdagangan yang lebih mutakhir. (Yuliawati)





