Pemerintah Akan Berunding dengan ExxonMobil dari Awal

Senin, 13 Desember 2004 | 19:23 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Menurut Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Sugiharto) mengatakan, pembukaan kembali perundingan kontrak dengan ExxonMobil itu sesuai dengan instruksi dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Menteri Perekonomian Aburizal Bakrie.

“Semua akan mulai dari awal. Karena saya juga menteri baru, saya akan melihat lagi file-file kontraknya,” kata Sugiharto kepada wartawan hari ini.

Menurut menteri, perundingan dengan ExxonMobil masih dimungkinkan. Dalam waktu dekat ini pemerintah akan segera melakukan perundingan kembali, karena jika terlalu lama tidak diselesaikan, pemerintah akan makin menderita kerugian. Pemerintah telah membentuk tim, yang terdiri perwakilan dari Pertamina dan perwakilan dari pemerintah.

Ketika ditanya mengenai tenggat waktu penyelesaian perundingan dengan ExxonMobil, Sugiharto tidak bisa memberikan kepastiannya. “Itu tergantung dari kesiapan ExxonMobil menerima konsep-konsep yang akan diajukan tim,” katanya.

Seperti diketahui, pada 26 Agustus 2004 Pertamina telah menghentikan negosiasi perpanjangan kontrak dengan ExxonMobil di Blok Cepu, Jawa Timur. Kontrak ExxonMobil akab berakhir pada 2010.

Pertamina menolak permohonan ExxonMobil yang ingin memperpanjang kontraknya. Penolakan Pertamina itu terkait beberapa hal seperti masalah bagi hasil, kompensasi, dan keinginan ExxonMobil menjadi operator di blok tersebut. Pertamina akan mengelola sendiri blok Cepu setelah 2010 atau akan menggandeng mitra lain.

Namun, setelah Presiden Amerika Serikat George W. Bush bertemu dengan Presiden Yudhoyono di sela-sela konferensi tingkat tinggi negara anggota Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) di Santiago, Cile November lalu, pemerintah meminta Pertamina untuk bernegosiasi kembali dengan ExxonMobil.

Erwin Dariyanto - Tempo






Komentar Anda

Kirim