Anggota DPR Puji Penyitaan Rp 16,5 Miliar dari Bank Global
Rabu, 15 Desember 2004 | 20:27 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Anggota Komisi Keuangan dan Perbankan DPR Drajad Wibowo memuji tindakan kepolisian dan Bank Indonesia yang menyita uang sebesar Rp 16,5 miliar dari PT Bank Global Internasional Tbk. (Bank Global).
Dia juga memuji upaya BI menggagalkan upaya pemindahan dan penghilangan dokumen oleh manajemen bank pada Minggu (12/12) lalu. Langkah cepat penyitaan ini bermanfaat dalam upaya mengembalikan dana nasabah. Dia berharap, nasabah Bank Global mendapatkan perlindungan dengan adanya jaminan dari pemerintah.
Meskipun demikian, Drajad menegaskan, tindakan ini tidak bisa menutupi fakta bahwa BI dan Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) terlambat menangani kasus Bank Global.
Seperti diberitakan sebelumnya, BI memasukkan Bank Global dalam pengawasan khusus sejak 27 Oktober 2004 selama enam bulan, karena rasio kecukupan modal bank itu anjlok hingga minus 39 persen.
Drajad memperkirakan, BI sudah mengetahui persoalan Bank Global ini jauh sebelumnya. “Seharusnya BI bisa lebih tegas lagi waktu track record bank yang bersangkutan,” katanya/
Dia juga mempertanyakan, toleransi waktu sebulan yang diberikan kepada Bank Global selama BI membekukan kegiatan usaha bank itu. BI mulai membekukan kegiatan usaha Bank Global sejak 24 Desember 2004 selama sebulan untuk melengkapi dokumen serta memberikan kesempatan adanya penjaminan nasabah.
Dalam kondisi sekarang, menurut Drajad, tidak akan ada investor yang masuk dan perubahan kinerja yang signifikan. “Jadi, tidak usah lama-lama menunggu untuk melikuidasi bank itu,” katanya.
Dia mengatakan, kejahatan perbankan mempunyai pola yang sama, yakni melalui surat berharga atau kredit fiktif. Dalam setiap kasus, BI mempunyai data bankir yang melakukan penyelewengan. Karena itu, perlu adanya uji kelayakan dan kepatutan bank yang lebih ketat.
“Sedikitnya, saat ini ada dua bank yang akan mengalami hal sama dengan Bank Global dengan pola yang serupa,” katanya.
Selain mempertegas peraturan, Drajad juga meminta masyarakat lebih selektif dalam menginginvestasikan dananya. Masyarakat dapat mengamati perkembangan bank melalui laporan keuangan tiga bulanan. Dalam laporan keuangan itu, masyarakat harus memperhatikan dana tunai dan aset keuangan perusahaan setara tunai. “Masyarakat harus lebih kritis terhadap bank,” katanya.
Yandi MR - Tempo





