Saham Bank Bumiputra Jadi 25 Persen setelah Penerbitan Saham Baru

Kamis, 16 Desember 2004 | 19:23 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Manajemen dan pemegang saham PT Bank Bumiputera Indonesia Tbk menyetujui rencana penerbitan saham baru (right issue) pada triwulan pertama 2005. Setelah penerbitan saham baru ini, rencananya kepemilikan saham publik di bank Bumiputera menjadi 25 persen.

Direktur Utama Bank Bumiputera Winny E. Hassan mengatakan, dana hasil aksi korporasi itu akan digunakan untuk meningkatkan kredit. Selain itu, lanjutnya, bank ini akan menggunakan dana itu guna mengembangkan teknologi serta pengembangan kantor.

Winny menolak menyebutkan jumlah saham baru yang akan diterbitkannya. "Dengan ini, rencana penerbitan obligasi subordinasi dibatalkan," katanya di Wisma Bumiputera, Jakarta, Kamis (16/12).

Hingga akhir September, Bank Bumiputera dimiliki oleh Che Abdul Dain Bin Haji Zainuddin (Tun Dain Zainuddin) sebesar 57,91 persen. Pemilik baru ini membeli saham Bumiputera yang dijual dari Danareksa pada 17 Mei lalu melalui ICB Financial Holding. Sementara itu, pemilik lainnya adalah AJB Bumiputera 1912 sebesar 41,02 persen serta masyarakat sebesar 1,02 persen.

Menurutnya Tun Dain serta AJB, akan menerima konsekuensi aksi korporasi ini yang mengakibatkan porsi sahamnya berkurang (terdilusi). Winny menambahkan, obligasi subordinasi memang bisa menguntungkan pemegang saham. Namun, emegang saham lebih melihat potensi bank yang bisa dikembangkan. "Kalau sudah besar kan bisa untung banyak dari dividen".

Saat ini, Winny mengatakan, pemegang saham bank Bumiputera telah melepaskan sahamnya secara bertahap. Penjualan saham, kata dia, terkait minimnya porsi kepemilikan publik. Otoritas pasar modal meminta bank ini meningkatkan kepemilikan saham masyarakat hingga di atas 10 persen. "Karena ada kesan tidak ada tata kelola yang baik, segera setelah itu pemegang saham kendali diminta melepaskan sebagian sahamnya".

Hingga akhir tahun nanti, Winny mentargetkan porsi kepemilikan masyarakat di bank Bumiputera lebih dari 10 persen. Menurutnya AJB Bumiputera bersedia melepas kepemilikannya minimal 10 persen dari total saham hingga akhir tahun ini. Sementara Tun Dain juga rencananya akan melepas saham sekitar 5 persen dari total saham. Ke depannya, Winny mengatakan pemegang saham pengendali akan terus mengurangi porsi kepemilikannya.

Sebelum penerbitan saham ini terlaksana, Winny memperkirakan perseroan tidak akan terlalu ekspansif dalam memberikan kredit. Menurutnya, perseroan kemungkinan akan membatasi kredit awal tahun depan karena menjaga rasio kecukupan modal atau capital adequate ratio (CAR). Winny memperkirakan kredit bank Bumiputera semester dua 2005 akan lebih besar setelah penerbitan saham baru itu.

Dalam sembilan bulan ini, bank Bumiputera mengucurkan kredit sebesar 2,7 triliun, naik dibandingkan akhir September 2003 yang mencapai Rp 2,4 triliun. Sementara jumlah dana pihak ketiga hingga akhir September 2004 mencapai Rp 2,8 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 2,5 triliun. Sementara rasio kecukupan modalnya mencapai 10,01 persen, turun tipis dibandingkan periode akhir September 2003 yang mencapai 10,05 persen.

Yandi MR-Tempo News Room

TOPIK






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: