Tingkat Hunian Hotel di Puncak Turun 30 Persen
Senin, 20 Desember 2004 | 04:30 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Tingkat hunian hotel di kawasan Puncak Cipanas, Kabupaten Cianjur mengalami penurunan 20 hingga 30 persen dalam setahun terakhir.
“Selain lesunya tingkat perekonomian, penyelenggaraan empat kali pemilihan umum juga berpengaruh terhadap jumlah kunjungan wisata,” kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Cianjur, Satyawan Hambari, di sela-sela acara Ramah Tamah Pariwisata Cianjur (Cianjur Tourism Hospitality) yang digelar di Hotel Puncak Pass di Jalan Raya Puncak Ciloto, Minggu kemarin.
Menurut Satyawan, untuk mengantisipasi kian menurunnya peminat yang datang ke kawasan Puncak, pihaknya bekerja sama dengan Dinas Perhubungan dan Pariwisata Kabupaten Cianjur mencoba membuat sebuah formula untuk menarik minat wisatawan. "Salah satunya, menggelar program kesenian, terutama kesenian tradisional, di setiap hotel," terang Satyawan.
Selain menjadi daya tarik bagi wisatawan, kegiatan yang diselenggarakan di setiap hotel tersebut juga bertujuan untuk memperkenalkan beberapa produk asal Cianjur kepada wisatawan. Sebagai contoh, kata Satyawan dibuat kegiatan semacam Ramah Tamah Pariwisata Cianjur (Cianjur Tourism Hospitality).
Bupati Cianjur, Wasidi Swastomo menambahkan, untuk saat ini industri pariwisata masih menjadi andalan bagi Kabupaten Cianjur. Pendapatan asli daerah (PAD) tahun depan sebesar Rp 41,5 miliar, hampir 65 persen berasal dari sektor industri pariwisata.
Wasidi mengakui, saat ini daya tarik wisata Kabupaten Cianjur masih terpusat di kawasan Puncak Cipanas atau Cianjur utara. deden abdul aziz





