Kalangan Industri Terkejut Dengan Kenaikan BBM

Rabu, 22 Desember 2004 | 17:07 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Kalangan industri menyatakan terkejut dengan langkah pemerintah menaikkan beberapa Bahan Bakar Minyak (BBM).

Timing-nya agak mengejutkan. Saya pikir itu (kenaikan BBM) Januari,” kata Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, MS Hidayat, di Jakarta, Rabu (22/12).

Menurut Hidayat, kenaikan tersebut akan berdampak pada sektor industri. Tetapi, seberapa besar akibat yang ditimbulkan belum dikalkulasikan secara mendetail. “Kami akan lakukan perhitungan itu nanti kami umumkan,” katanya.

BBM merupakan komponen statregis dalam industri. Sehingga, berapapun kenaikan akan tetap berpengaruh termasuk disektor infrastruktur. “Tapi saya kira kenaikan senilai 40 persen itu membuat subsidinya zero,” kata Hidayat.

Oleh karena itu, Kadin akan mengajak pemerintah membahas secara bersama membuat kalkulasi atas komponen akibat kenaikan BBM tersebut. “Dan kalau itu sangat memberatkan kami minta high cost ekonomi dikurangi. Itu berarti birokrasi cost segera dihapus,” tanas Hidayat.

Disisi lain, ketua umum Kadin ini menegaskan, kenaikan BBM tersebut memang tidak bisa dihindari. Sebab, jika tidak dilakukan kenaikan maka pemberian subsidi terhadap BBM akan membebani APBN. “Kan orang-orang bisnis itu realistis. Dan kami melihat harga untuk kepentingan segmen menengah keatas sebaiknya menggunakan mekanisme pasar,” kata dia.

Jika harga tetap disubsidi, kata Hidayat, maka akan terjadi distorsi. “Memang berat, tapi kita bisa kalkulasi dengan fix. Pasti ada kenaikan,” ujarnya. (muhamad nafi)






Komentar Anda

Kirim