|
Ekbis
Merpati Terancam Bangkrut
Rabu, 22 Desember 2004 | 17:17 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: PT Merpati Nusantara terancam tidak bisa beroperasi dan karyawannya terancam tidak menerima gaji. Pasalnya, anggaran Merpati defisit Rp 1 triliun. Hal itu disampaikan Deputi Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Bidang Usaha Logistik, Perhubungan dan Pariwisata Ferdinand Naenggolan.
Direktur Utama Merpati Hotasi Nababan mengakui kondisi keuangan perusahaan yang dia pimpin sudah sejak lama defisit. "Sudah dari dulu, itu," katanya kepada wartawan hari ini Rabu (22/12) di Jakarta. Namun, Hotasi enggan berkomentar soal kemungkinan Merpati tidak bisa beroperasi, bila hingga Januari pemerintah belum juga mengucurkan dana. "No comment," katanya.
Sedangkan mengenai business plan Merpati, menurut Hotasi, sudah tidak ada masalah lagi. "Kami sudah siap menjalankan," katanya.
Untuk itulah pemerintah akan menyuntikan dana untuk Merpati, dalam dua tahap, yaitu Rp 400 miliar dan Rp 600 miliar. "Setelah itu baru Merpati bisa masuk pasar modal," katanya kepada wartawan Senin (20/12) di Jakarta. Namun realisasinya, menurut Ferdinand, Kementerian BUMN akan membahasnya dengan menteri-menteri terkait
Seperti diberitakan sebelumnya, pemerintah akan menyuntikan modal ke Merpati dengan syarat Merpati harus menyerahkan rencana bisnis kepada pemerintah. Menurut Ferdinand, rencana tersebut masih terkatung-katung di pemerintah. "Keputusan melaksanakan business plan belum ada," ujarnya. "Business plan Merpati saat ini masih terkatung-katung," tambahnya.
Erwin Daryanto
INDEKS BERITA LAINNYA :
|