Pemerintah Sambut Baik Kenaikan Rating Utang Indonesia
Rabu, 22 Desember 2004 | 19:49 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah menyambut baik kenaikan peringkat utang luar negeri Indonesia dari B menjadi B+ oleh lembaga pemeringkat utang internasional Standard and Poor's.
“Ini bukti kepercayaan masyarakat dunia,” ujar Menteri Koordinator Perekonomian, Aburizal Bakrie dalam acara pemaparan Laporan Akhir Tahun Ekonomi 2004 dan Arah Ekonomi di gedung Departemen Keuangan, Jakarta, Rabu (22/12) siang.
Menurut Ical, demikian ia biasa disapa, jika peringkat Indonesia naik maka pemerintah tidak perlu membayar premium risk yang tercermin dalam bunga obligasi yang tinggi. “Kalau kita terbitkan obligasi valas, maka tingkat bunganya bisa lebih rendah,” katanya.
Apabila bunga diturunkan, kata Ical, maka selisih dari bunga yang harusnya dibayar pemerintah bisa digunakan untuk membiayai keperluan lain dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Ical menguraikan saat ini pemerintah memiliki total utang luar negeri US$ 60 miliar, maka apabila bunga diturunkan 0,25 persen saja, maka dana yang bisa dihemat adalah US$ 150 juta. “Dana sebesar itu bisa digunakan untuk membiayai keperluan lain dalam APBN,” katanya.
Seperti diketahui, S&P menaikkan utang luar negeri Indonesia dari B menjadi B+. hal ini karena perkembangan stabilitas makro ekonomi Indonesia menunjukkan kinerja yang baik.
Selain itu pemerintah dinilai juga berhasil melakukan manajemen fiskal yang prudent, penurunan utang serta likuiditas eksternal yang baik. Keseluruhan prestasi itu dianggap mebuktikan pemerintah mampu mengjadapi beban pembayaran pokok utang luar negerinya. (amal ihsan)





