Miranda: Ada Bank Kecil Kena Rush

Rabu, 22 Desember 2004 | 20:38 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Miranda Goeltom menyatakan telah terjadi penarikan dana (rush) nasabah pada sebuah bank kecil.

Meski penarikan dana tersebut dalam skala kecil, dia mengingatkan masyarakat agar tidak panik.
“Saya mendengar hari ini ada sebuah bank kecil yang mengalami sedikit-sedikit penarikan,” kata Miranda usai menghadapi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, di Kantor Presiden, di Jakarta.

Dia menjelaskan bank sentral memberikan perhatian khusus kepada kejadian tersebut karena penarikannya diluar kelaziman.

Miranda berharap, kejadian itu tidak terus berlanjut. Pihaknya mengimbau agar nasabah bank tersebut dan bank-bank kecil lainnya jangan bersikap seperti itu. Karena, malah akan memperburuk kondisi yang ada. “Kami mau memenangkan masyarakat, tidak benar ada masalah di bank tersebut,” kata dia.

Sehingga tidak beralasan bagi para nasabah untuk khawatir. Menurut dia, pemerintah melakukan penjaminan sepenuhnya atas dana-dana yang ada di bank, seperti deposito dan tabungan. “Jadi nggak usah ditarik-tarik,” kata dia.

Tapi Miranda menolak menyebutkan nama bank tersebut. Dia menyatakan, bank itu adalah sebuah lembaga kepercayaan. Sehingga, BI tidak bermaksud menutup-nutupi berbagai permasalahan yang terjadi di sebuah bank.

Penarikan dana nasabah tersebut dipicu oleh dua kasus yang menimpa dunia perbankan beberapa waktu terakhir ini.

Terakhir, BI memasukkan PT Bank Persyarikatan Indonesia (BPI) ke dalam pengawasan khusus, karena kekurangan modal. Untuk itu, bank sentral memberi batas waktu hingga tiga bulan bagi pemilik bank untuk menambah modal atau mencari investor baru.

Menurut Miranda, saat ini BI masih menunggu rencana restukturisasi keuangan (capital restructuring planCRP) Bank Persyarikatan. “CRP sudah dimasukkan oleh BPI,” katanya.

Tapi menurut BI, CRP itu belum pas. “Kami minta mereka memperbaikinya,” kata dia.

Miranda menolak menjelaskan lebih lanjut kabar adanya pihak yang akan menyuntik dana ke bank tersebut. “Pada waktunya nanti kami pasti akan umumkan,” kata dia.

Miranda menyatakan, berbagai kejadian yang menimpa dunia perbankan belakangan ini bukanlah disebabkan oleh lemahnya sistem pengawasan oleh BI. Tapi masalahnya terletak pada orang-orang yang menjadi pengelola bank tersebut. “Orang-orangnya sengaja mencari celah, dengan melakukan pemalsuan fiktif dan tindak pidana lainnya,” kata dia.

Upaya yang dapat dilakukan BI, kata dia, adalah memperketat uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) kepada pemilik dan pengelola bank tersebut. Tapi hal tersebut belum menjamin tidak terjadinya lagi kasus penipuan dalam dunia perbankan.

Di tempat terpisah, Presiden memberikan dukungan kepada Bank Indonesia, dalam upaya-upayanya menangani berbagai permasalahan perbankan yang terjadi saat ini.

Selain itu, Presiden meminta BI mengintensifkan berbagai langkah yang telah dilakukan selama ini. Hal ini diungkapkan Presiden saat bertemu dengan Deputi Gubernur BI Hartadi A Sarwono, di kantor Presiden.

“Presiden membahas masalah-masalah yang berkaitan dengan dunia perbankan,” kata Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi, usai pertemuan tersebut. yura syahrul






Komentar Anda

Kirim