Bank Indonesia Optimis Cadangan Devisa Naik

Kamis, 23 Desember 2004 | 12:36 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Bank Indonesia optimis cadangan devisa negara 2005 akan meningkat seiring membaiknya peringkat utang Indonesia. Lembaga ini juga memperkirakan investasi asing secara langsung akan meningkat tahun depan.

Deputi Gubernur BI Bidang Kebijakan Moneter Hartadi A Sarwono mengatakan, peringkat utang suatu negara berguna untuk menilai kemampunan finansial suatu negara. Sesuai rekomendasi Lembaga Pemeringkat Utang Internasional Standard and Poors Rating Services, Indonesia mendapat peringkat B+ pada 22 Desember ini dibandingkan 9 Oktober 2003 berada diperingkat B. "Kalau peringkat membaik, ada positif kepercayaan lembaga asing terhadap Indonesia," ujarnya di gedung Bidakara Jakarta, Kamis (23/12).

Hartadi mengatakan, kepercayaan ini akan berpengaruh langsung pada suku bunga nasional pinjaman luar negeri. Saat ini, total utang luar negeri pemerintah sebesar US$ 60 miliar. Menurutnya, tingkat bunga pinjaman itu akan semakin tinggi karena risiko finansialnya juga tinggi. "Kalau bunga pinjaman turun, biaya untuk menjalankan bisnis di Indonesia lebih mudah," ujarnya.

Hartadi optimis investor asing akan masuk secara langsung dan berinvestasi untuk jangka panjang. Selain itu, tambahnya, kegiatan ekspor juga diperkirakan akan semakin meningkat. "Dengan kepercayaan investor semakin tinggi akan meningkatkan modal masuk sehingga memperkuat cadangan devisa.

Hartadi menambahkan, cadangan devisa akan kembali naik meskipun diperkirakan akhir tahun ini mengalami penurunan. Dalam laporan ekonomi akhir tahun, Menteri Koordinator Ekonomi Aburizal Bakrie memperkirakan neraca pembayaran Indonesia akan mengalami defisit sebesar US$ 0,9 miliar akhir tahun ini. Cadangan devisa menjadi US$ 35,4 miliar.

Defisitnya neraca pembayaran ini disebabkan pertumbuhan impor sebesar 22,3 persen dan tidak diimbangi dengan angka ekspor yang hanya sebesar 15,3 persen selama 2004 ini dibandingkan tahun sebelumnya.

Yandi MR-Tempo News Room






Komentar Anda

Kirim