Dephub akan Alihkan Pengiriman Bantuan Melalui Laut
Kamis, 30 Desember 2004 | 19:38 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Departemen Perhubungan (Dephub) berencana mengalihkan pengiriman bantuan kemanusiaan ke provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dan Sumatera Utara melalui jalur laut.
Anggota tim posko penanggulangan bencana alam Departemen Perhubungan, Agus Suparno mengatakan, keputusan ini diambil karena kapasitas bandara Polonia, Medan, dan bandara di Aceh sudah penuh. Pasalnya, banyak sekali pesawat yang masuk ke bandara tersebut baik untuk mengirimkan bantuan maupun yang mengangkut penumpang. "Karena memang banyak sekali bantuan yang dikirim termasuk juga bantuan dari negara asing," kata Agus, yang juga menjabat sebagai kepala pusat dinas operasional badan SAR Nasional Departemen Perhubungan kepada Tempo, Kamis (30/12).
Agus menjelaskan keputusan mengalihkan bantuan melalui jalur laut ini belum final. "Kita harus konsultasikan lebih dahulu dengan tim posko kementrian kesejahteraan rakyat. Disamping itu juga perlu koordinasi dengan posko di Halim," katanya.
Departemen Perhubungan, menurut Agus, telah mempersiapkan dua kapal kapal Ganda Dewata dan Kapal Japra yang masing-masing berkapasitas minimal 500 truk. Pengiriman bantuan akan diberangkatkan dari dua pelabuhan yaitu Tanjung Priok dan Merak. Biasanya, menurut Agus, perjalanan dari Jakarta ke Medan akan memakan waktu tiga hari dua malam, tetapi hal ini dirasa lebih baik daripada bantuan tidak terkirim sama sekali.
Disisi lain, Agus menjelaskan, untuk mengangkut bahan makanan dari pusat posko bantuan di Medan, Departemen Perhubungan telah menyiapkan pesawat helikopter untuk mendistribusikan bahan makanan ke pusat-pusat penampungan korban. Namun, Agus tidak bisa menyebutkan jumlah helikopter yang telah dikirim ke Aceh. Menurut dia, Departemen Perhubungan juga akan meminta bantuan empat helikopter dari Singapura untuk mendistribusikan bantuan. "Masing-masing dua cynox dan dua pesawat super puma," kata dia.
Agus menambahkan, sejauh ini distribusi bahan bantuan dari posko di Medan ke lokasi penampungan korban, umumnya dilakukan melalui udara (menggunakan helikopter), meskipun ada juga yang dikirim dengan truk. "Rusaknya infrastruktur, jalan raya, menyebabkan tidak semua daerah bisa dilalui angkatan darat. Sehingga untuk beberapa wilayah kita menggunakan helikopter," katanya.
Erwin Daryanto





