|
Ekonomi Bisnis
Presiden : Bencana Aceh Tidak Menjadi Ancaman Rencana Pembangunan Ekonomi
Senin, 03 Januari 2005 | 14:23 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan, bencana alam di Aceh tidak menjadi ancaman bagi rencana pembangunan ekonomi. "Walaupun terjadi bencana alam, roda perekonomian harus terus dilanjutkan,"katanya.
Pemerintah, menurut SBY, berupaya untuk terus melakukan rehabilitasi dan rekontruksi di Aceh. Setelah melakukan pemantauan di Aceh, SBY meminta para Menteri untuk memberikan perhatian khusus pada Aceh. Diantaranya dengan mengupayakan agar suplai di Aceh berjalan lebih baik.
Untuk tahun mendatang, pemerintah meningkatkan upaya pencegahan bencana alam dengan melakukan langkah-langkah prefentif untuk mengurangi resiko bencana alam yang lebih besar. Presiden diantaranya meminta BPPT dan organisasi terkait untuk merumuskan langkah-langkah prefentif untuk menghadapi bencana alam.
Menurut Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional, Sri Mulyani, bahwa bencana di Aceh tidak memberikan dampak signifikan bagi perekonomian nasional, namun dia menyatakan bahwa pembiayaan rehabilitasi Aceh membutuhkan dana yang sangat besar. Untuk itu, dalam mencari sumber dana pembiayaan rehabilitasi, pemerintah mengupayakan sumber pendanaan luar negeri tanpa perlu membebani APBN. Diantaranya, diupayakan sumber pendanaan lunak dari luar negeri seperti grant dengan bunga sangat rendah.
Sebelumnya seusai rapat kabinet membahas penanganan bencana Aceh di Kantor Presiden, di Jakarta, Kamis (30/12) Presiden menyatakan, kebutuhan dan pengeluaran dana bagi penanggulangan bencana akan membawa dampak bagi perekonomian Indonesia di masa datang. “Tapi dampaknya seperti apa, menyangkut growth (pertumbuhan ekonomi) tentu belum bisa serta-merta kita hitung,”katanya. Namun, Presiden belum bisa memastikan akan merevisi target pertumbuhan ekonomi tahun 2005 atau tidak.
Yuliawati
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|