|
Ekonomi dan Bisnis
Indofood Beli Obligasi Konversi Bina Makna
Senin, 03 Januari 2005 | 18:59 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:PT Indofood Sukses Makmur Tbk. membeli obligasi konversi (convertible bonds) senilai Rp 240 miliar yang diterbitkan PT Bina Makna Indopratama (Bina Makna).
Perjanjian jual beli dilakukan dengan Canary Makna, yang saat ini memiliki obligasi konversi yang diterbitkan Bina Makna.
Bila dikonversikan, obligasi tersebut senilai 62.200 saham baru atau sama dengan 99,7 persen dari saham yang akan dikonversikan.
Pembelian tersebut merupakan bagian dari rencana Indofood untuk melakukan penggabungan usaha (merger) anak tahun ini. Dengan pembelian obligasi konversi ini, maka Bina Makna menjadi anak perusahaan Indofood.
Bina Makna saat ini merupakan pemilik 20 persen saham di PT Intiboga Sejahtera, PT Sawitra Oil Grains, PT Bitung Menado Oil Industry, dan PT Indomarco Adi Prima. Sedangkan sisa kepemilikan saham dari perusahaan-perusahaan tersebut, yakni sebesar 80 persen, dimiliki oleh Indofood.
Intiboga, Sawitra, dan Bitung Manado selama ini merupakan anak perusahaan Indofood yang dikelompokkan dalam divisi edible oils and fats. Sedangkan Indomarco merupakan anak perusahaan yang dikelompokkan dalam dividi distribusi.
Indofood tahun ini memiliki rencana merger terhadap beberapa anak perusahaan dalam divisi edible oils and fats serta divisi distribusi ini.
”Merger dilakukan untuk meningkatkan efisiensi perusahaan,” kata Presiden Utama Indofood Franciscus Welirang, dalam laporan publiknya kepada Bursa Efek Surabaya hari ini.
Selain itu, direksi Indofood memberitahukan aksi perseroan dalam menambah perkebunan kelapa
sawit. Anak perusahaan, yakni PT Salim Ivomas Pratama telah melakukan transaksi penyertaan saham dengan Reserve Cash Limited, sebuah perusahaan Hongkong, pada 29 Desember 2004.
Transaski penyertaan saham secara tidak langsung dilakukan pada dua perusahaan perkebunan kelapa sawit yang berlokasi di Kalimantan Timur, yakni PT Kebun Ganda Prima dan PT Citranusa Intisawit.
Dengan penyertaan saham ini, maka Indofood menambah kepemilikan lahan menjadi 86.639 hektare, dari sebelumnya 59.429 hektare.
Aksi korporasi ini, menurut Franciscus, karena saat ini hasil produksi perkebunan kelapa sawit Indofood hanya memenuhi 40 persen dari kebutuhan perseroan atas minyak kelapa sawit (CPO).
Yuliawati b>- Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|