Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi

Angkasa Pura Bebaskan Tarif Jasa Penerbangan
Senin, 03 Januari 2005 | 19:18 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:PT Angkasa Pura II membebaskan biaya jasa navigasi penerbangan dan jasa kebandarudaraan lainnya untuk pesawat yang membawa barang-barang bantuan untuk bencana Aceh.

Jasa kebandarudaraan itu terdiri dari jasa pemanduan lalu lintas udara, jasa pendaratan, jasa perparkiran jasa penempatan, serta sewa ruang dan lahan yang digunakan untuk menempatkan barang-barang bantuan.

Humas PT Angkasa Pura II M. Wasfan mengatakan, pembebasan biaya ini akan dilakukan sampai penanganan korban bencana Aceh selesai.

“Ini pembebasan biaya untuk pesawat yang membawa bantuan untuk korban (barang). Bukan penumpangnya,” kata Wasfan.

Pembebasan biaya ini, kata Wasfan, berlaku untuk pesawat yang berangkat dari bandar udara Halim dan Soekarno-Hatta, Jakarta ke Aceh. Sedangkan untuk bandara di Medan belum. “Bagi pesawat yang mendarat di Medan, perlakuan yang didapat sama seperti hari-hari lainnya.”

Angkasa Pura II juga akan tetap berupaya meningkatkan keselamatan dan kelancaran penerbangan, khususnya yang terbang ke Aceh, mengingat kondisi bandara yang padat karena banyak penerbangan dari dalam dan luar negeri yang secara bersamaan mengirimkan bantuan. “Kami akan memprioritaskan penerbangan yang membawa kargo dan mengoptimalkan fungsi bandara,” kata Wasfan.

Masalahnya, menurut dia, bandara di Aceh hanya mempunyai satu landasan dan daya tampung parkir pesawat hanya untuk tiga pesawat. Karena itu, pesawat-pesawat yang datang perlu sesegera mungkin membongkar muatannya. Maksimal bongkar muat dilakukan dalam tempo dua jam. Hal ini sudah dapat dilakukan, karena telah banyak tenaga relawan yang datang ke Aceh. Bila proses bongkar muat telah lancar, maka lalu lintas pesawat pun akan semakin lancar sehingga tidak menyebabkan kepadatan di bandara.

Jika bandara tidak mampu lagi menampung pesawat yang akan mendarat, pesawat itu akan dialihkan ke Medan, Pekanbaru atau Batam, sehingga pesawat itu tidak membuang-buang waktu dan bahan bakar.

Nofi Triana Firman - Tempo


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Siti Nurbaya : Perlu Leaderships Kuat Buat Pimpin Aceh Pasca Bencana
Sejumlah Rumah Sakit di Jakarta Tangani Korban Bencana Aceh
Kerugian Bank BUMN Akibat Bencana Tsunami Tembus Rp 60 Miliar
PBNU Siapkan Pesantren di Jawa Untuk Anak-Anak Aceh
Indonesia Segera Pasang Alat Pemantau Tsunami Senilai US $ 13 juta
Akhir Januari, Seluruh Jaringan Telkom di Aceh Normal Kembali
Bupati Janjikan Rumah Darurat untuk Pengungsi
100 Pradja STPDN Diberangkatkan ke Aceh
Panti Depsos Siap Tampung Korban Bencana Aceh
1.550 Desa di Aceh Belum Berfungsi
> selengkapnya...


Referensi

Tak Ada Alat, Gajah Pun Jadi
Anak Saya Teriak Abi ? Abi, Air Sudah Datang
Mobil Tenggelam, Saya Keluar dari Kaca Tengah
> selengkapnya...

Website

Blog Khusus Tsunami Aceh
Palang Merah Indonesia
Kementerian Riset dan Teknologi
Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< January,2005>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data