|
Ekonomi
BPS: Ekspor dan Impor November 2004 Turun
Senin, 03 Januari 2005 | 21:46 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Badan Pusat Statistik mengungkapkan, ekspor dan impor Indonesia selama November 2004 turun jika dibandingkan dengan ekspor dan impor pada bulan sebelumnya.
Sedangkan ekspor dan impor secara kumulatif selama periode Januari-November 2004 naik dibandingkan ekspor dan impor pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Ekspor Indonesia pada November mencapai US$ 5,17 miliar atau turun 23,12 persen dibanding ekspor pada bulan sebelumnya yang mencapai US$ 7,27 miliar.
Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Choiril Maksum, penurunan ekspor karena turunnya ekspor nonmigas sebesar 28,6 persen, yakni dari US$ 5,3 miliar pada Oktober menjadi US$ 3,8 miliar pada November. Ekspor migas juga mengalami penurunan sebesar 2,3 persen, yakni dari US$ 1,4 miliar pada Oktober menjadi US$ 1,3 miliar pada November.
Selain itu, penyebab lainnya adalah turunnya aktivitas ekspor di pelabuhan selama bulan puasa dan liburan serta mudik Idul Fitri.
Namun, secara kumulatif, ekspor selama periode Januari-November 2004 mengalami peningkatan sebesar 9,99 persen dibanding ekspor periode yang sama tahun sebelumnya. “Peningkatan ini diperoleh dari kenaikan ekspor migas sebesar 14,23 persen dan ekspor nonmigas sebesar 8,8 persen,” kata Choiril di Jakarta hari ini.
Peningkatan ekspor migas, berdasarkan data Pertamina dan BP Migas diperoleh dari kenaikan ekspor minyak mentah sebesar 12,9 persen, ekspor hasil minyak 5,3 persen, dan gas alam 17,5 persen.
Sementara itu, nilai impor Indonesia pada November 2004 mencapai US$ 4,71 miliar atau 14,03 persen lebih rendah dibanding impor Oktober yang mencapai US$ 4,32 miliar.
“Penurunan ini karena turunnya aktivitas impor di pelabuhan selama bulan puasa dan liburan serta mudik Idul Fitri,” kata Choiril.
Sedangkan secara kumulatif, selama periode impor Januari-November 2004 mencapai US$ 41,5 miliar atau naik 40,01 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai US$ 29,66 miliar. Peningkatan impor ini disebabkan meningkatnya impor migas sebesar 47,29 persen dan impor nonmigas 37,74 persen.
Peningkatan impor migas terjadi pada impor minyak mentah sebesar US$ 1,6 miliar (43,3 persen) dan impor hasil minyak sebesar US$ 1,7 miliar (52,5 persen).
”Kenaikan harga minyak dunia yang terjadi sepanjang tahun lalu menjadi pemicu utama meningkatnya impor minyak mentah dan hasil-hasil minyak,” katanya.
Amal Ihsan - Tempo
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|