|
Ekonomi
Jamsostek Upayakan Pengambilan Aset Bank Global
Selasa, 04 Januari 2005 | 04:30 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) tengah mempersiapkan pengacara untuk memproses pengambilan aset PT Bank Global Tbk. Jamsostek sebelumnya telah membeli surat utang Bank Global senilai Rp 100 miliar.
Seperti diketahui, usaha Bank Global telah dibekukan Bank Indonesia pada 13 Desember 2004. Bank Indonesia hanya membekukan usaha Bank Global selama dua bulan.
Pengambilan aset itu, menurut Direktur Utama Jamsostek Achmad Djunaedi, untuk mengembalikan investasi perusahaan. “Kami akan ambil apa saja yang bisa diambil. Pengambilannya tentunya melalui wali amanat Bank Global, yaitu PT Bank Niaga Tbk.," kata Djunaedi kepada Tempo di Jakarta hari ini.
Namun, Djunaedi mengaku belum tahu secara pasti berapa dana yang bisa ditarik kembali. “Tunggu saja proses hukumnya,” katanya.
Langkah serupa juga tengah disiapkan PT Pertamina (persero). Komisaris Pertamina Roes Aryawijaya mengatakan, dana investasi Pertamina sudah dipastikan hilang. Namun, Pertamina akan berusaha agar dana itu bisa kembali. “Paling tidak dengan menarik aset-aset Bank Global,” kata Roes pada kesempatan terpisah.
Roes mengaku tidak mengetahui proses pembelian obligasi Bank Global oleh PT Pertamina Saving Investment (PSI) senilai Rp 85 miliar. Pemerintah hanya mengatur proses investasi perusahaan BUMN, khususnya pembelian obligasi. “Kalau mau lebih sekian miliar, harus izin komisaris,” katanya.
Roes berjanji akan melihat kembali proses pembelian obligasi tersebut. “Kami akan lihat apakah pembelian itu dalam satu waktu atau dibagi, misalnya Rp 20 miliar, Rp 30 miliar, dan Rp 30 miliar atau bagaimana,” katanya.
Erwin Daryanto - Tempo
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|