|
Ekonomi
Pertamina Akan Hentikan Minyak Tanah Gratis di Aceh
Selasa, 04 Januari 2005 | 18:26 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pertamina akan menghentikan pemberian minyak tanah gratis di beberapa wilayah di Nanggroe Aceh Darussalam, karena beberapa daerah di wilayah itu telah mulai stabil.
“Kondisi seperti di Banda Aceh sudah mulai stabil, sehingga ada kemungkinan untuk melakukan operasi normal penjualan minyak tanah,” kata Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina (persero) Ari H. Soemarno di Jakarta hari ini.
Ketika ditanya kapan program pemberian minyak tanah gratis itu akan dihentikan, dia hanya mengatakan, “Dalam waktu dekat.”
Namun, menurut Ari, Pertamina tidak akan menghentikan program pemberian minyak tanah gratis itu semuanya. Untuk daerah pengungsi tertentu yang masih memerlukan, Pertamina tetap akan menjalankan program tersebut.
Ari menambahkan, hingga kini sekitar 100 kilo liter minyak tanah telah dibagikan secara gratis kepada penduduk Aceh. Sedangkan untuk pasokan premium tidak mengalami kendala dan mencukupi. “Saat ini Pertamina telah memasok BBM (bahan baker minyak) total 300-350 kilo liter per hari,” katanya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Departemen Pertambangan dan Energi Iin Arifin Tahkyan, membenarkan telah meminta Pertamina untuk melakukan penyesuaian. “Memang kami menugaskan Pertamina untuk melihat keadaan di lapangan dan melakukan penyesuaian,” katanya.
Iin mengatakan, sebenarnya program pemberian minyak tanah gratis itu bukan mau dihentikan keseluruhan tapi akan dilihat tingkat kewajarannya. “Sebagian masih diperlukan, tapi sebagian mungkin sudah akan dinormalkan,” katanya.
Berdasarkan data yang diperoleh Tempo, jumlah premium yang telah tiba di Banda Aceh pada 30 Desember 2004 mencapai 166 kilo liter, minyak tanah 35 kilo liter, dan solar 40 kilo liter. Pertamina kemudian memasok lagi tambahan premium sebanyak 76 kilo liter pada 31 Desember dan pada 1 Januari 2005 juga ada tambahan premium 40 kilo liter.
Semua BBM itu dipasok dari depot Lhokseumawe yang tidak mengalami kerusakan akibat tsunami. Disamping mendapat pasokan dari depot Pertamina di Lhokseumawe, Pertamina juga mengirim ratusan kilo liter BBM yang berasal dari depot di Medan, sehingga dipastikan Aceh tidak akan mengalami kekurangan BBM.
Berkaitan dengan penyaluran BBM ke Banda Aceh ini, Ari mengatakan, penyaluran BBM di Banda Aceh terutama premium berangsur-angsur mulai membaik. Penyaluran BBM melalui stasiun pengisian bahan bakar umum berlangsung lancar, karena ada pembukaan outlet eceran sebanyak lima buah.
Ada lima stasiun pengisian bahan bakar di Banda Aceh, tapi setelah bencana tsunami hanya dua yang dapat beroperasi. Menurut Ari, dengan adanya outlet darurat, maka sudah tidak lagi terjadi rush dan antrian premium di Banda Aceh.
Muhamad Fasabeni - Tempo
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|