|
Ekonomi dan Bisnis
BI: Bank-bank di Aceh Beroperasi Penuh Pekan Depan
Selasa, 04 Januari 2005 | 22:59 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Bank Indonesia memperkirakan, semua bank di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam sudah bisa melakukan transaksi transfer antardaerah mulai pekan depan.
Beberapa kantor cabang saat ini baru bisa melakukan penarikan tunai sesuai kesiapan masing-masing, karena persiapan sistem akunting bank belum sepenuhnya selesai.
Koordinator Pusat Krisis Bank Indonesia Bramudija Hadinoto mengatakan, persiapan sistem akunting itu diperkirakan selesai akhir pekan ini. “Untuk transaksi lain seperti transfer atau fasilitas surat berharga (giral masih belum berjalan, karena masih disiapkan sistemnya,” kata Bramudija kepada Tempo.
Bramudija, yang juga Deputi Direktur Direktorat Akunting dan Sistem Pembayaran BI mengatakan, bank-bank di Aceh beroperasi sesuai kesiapan masing-masing. Bank-bank yang sudah beroperasi adalah PT Bank Mandiri Tbk., PT Bank Syariah Mandiri, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk., PT Bank Negara Indonesia Tbk., PT Bank Tabungan Negara, PT Bank Bukopin, dan PT Bank Pembangunan Daerah Aceh.
Sejumlah bank hari ini menurut rencana juga menyusul akan beroperasi kembali di Aceh seperti PT Bank Central Asia Tbk., PT Bank Internasional Indonesia Tbk., PT Bank Danamon Tbk., serta PT Bank Danamon Syariah.
Sejumlah bank, menurut Bramudija, juga sudah melakukan pembayaran gaji pegawai Januari. Namun, dia mengaku belum mengetahui nilai total gaji yang sudah dibayar itu. Yang pasti, Bank Indonesia kantor Banda Aceh mempunyai cadangan dana selama dua bulan untuk kebutuhan masyarakat, termasuk untuk pembayaran gaji.
Seperti diberitakan sebelumnya, Bank Indonesia menyiapkan dana Rp 365 miliar untuk kebutuhan gaji pegawai negeri selama dua bulan. “Kalau kurang, bisa mengambil lagi dari BI kantor Medan atau Lhokseumawe,” kata Bramudija.
Kantor BI di Banda Aceh juga telah membuka tempat penyimpanan uang setelah tertimbun lumpur akibat gempa bumi dan gelombang tsunami. Uang dalam penyimpanan itu masih dalam keadaan utuh dan bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan dana masyarakat selama dua bulan. BI pun sudah menyalurkan Rp 104 miliar untuk bank-bank di Aceh.
Bramudija mengaku belum mengetahui berapa persisnya kerugian bank-bank dan BI akibat bencana yang menimpa Aceh tersebut.
Jumlah kantor bank di wilayah ini mencapai 85 kantor. Total dana pihak ketiga yang terhimpun hingga Maret 2004 mencapai Rp 6,6 triliun. Masing-masing berasal dari bank pemerintah (Rp 5,5 triliun), Bank Umum swasta Nasional (Rp 1 triliun), serta Bank Perkreditan Rakyat (Rp 35 miliar). Kredit yang disalurkan semua bank mencapai Rp 4,2 triliun.
“Kemungkinan kerugian cukup besar terutama karena bangunan yang rusak,” katanya.
Yandi - Tempo
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|