|
Ekonomi
Separuh Jaringan Komunikasi Telkomsel di Aceh Sudah Pulih
Selasa, 04 Januari 2005 | 23:26 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Lebih dari separuh menara komunikasibase transceiver station (BTS) milik PT Telekomunikasi selular (Telkomsel), anak perusahaan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (Telkom) mulai pulih.
Telkomsel saat ini telah mengoperasikan kembali tujuh menara komunikasi base transceiver station (BTS) di Banda Aceh, yaitu dua di Aceh Centrum, satu di bandar udara Iskandar Muda, dan satu di Lambora.
Telkomsel juga telah menghidupkan 38 BTS lainnya di seluruh wilayah Nanggroe Aceh Darussalam seperti di Bireun dan Meulaboh. Telkomsel total memiliki 81 buah BTS di Aceh untuk melayani sebanyak 250 orang pelanggan.
Menara-menara komunikasi BTS itu sebelumnya sempat rusak setelah terjadi gempa dan gelombang pasang tsunami melanda wilayah Nanggroe Aceh Darussalam pada Minggu (26/12).
Sekretaris Perusahaan Telkomsel Abdul Aziz mengatakan, perusahaan memperbaiki jaringan komunikasi yang rusak itu secara bertahap. Tahap pertama, Telkomsel mendatangkan 11 ton peralatan dan tujuh orang ahli, sehingga dapat perusahaan menyalakan dua BTS di Banda Aceh.
“Perusahaan memang memusatkan di Banda Aceh, karena itu pusat kota,” kata Aziz di Jakarta hari ini.
Setelah itu, menurut dia, Telkomsel menambah 18 ton peralatan lagi dan enam orang ahli sehingga dua BTS di Banda Aceh dan 31 BTS di seluruh daerah gempa pulih kembali.
Sementara itu, Direktur Perencanaan dan Pengembangan Bambang Riadhy Omar mengatakan, karena kapasitas jaringan masih belum optimal, para pelanggan disarankan untuk berkomunikasi dengan menggunakan pesan pendek (SMS).
Nofi Triana Firman - Tempo
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Direktur Utama (Dirut) PT Telkom, Kristiono dikerumuni wartawan usai rapat dengar pendapat dengan Komisi IV DPR RI di Gedung MPR/DPR, Jakarta, 10 Februari 2003. [TEMPO/ Rendra; K12A/192/2003; 20030225].](/hg/photostock/2004/12/28/s_K12A19207_high_thumb.jpg) |
![Dari kiri ke kanan: Wakil Direktur Utama PT Batam Bintan Telekomunikasi, Suharno, Direktur Utama (Dirut) PT Telkom, Kristiono, Direktur Utama (Dirut) PT Indosat, Widya Purnama, dan Direktur Utama (Dirut) PT Ratelindo, Virano G Nasution saat rapat dengar pendapat dengan Komisi IV DPR RI di Gedung MPR/DPR, Jakarta, 10 Februari 2003. [TEMPO/ Rendra; K12A/192/2003; 20030225].](/hg/photostock/2004/12/28/s_K12A19202_high_thumb.jpg) |
|
|
| Suharno, Kristiono, Widya Purnama dll
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|