|
Ekonomi dan Bisnis
Bulog Pastikan Tetap Akan Ekspor Beras
Rabu, 05 Januari 2005 | 17:45 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Direktur Perusahaan Umum Bulog Widjanarko Puspoyo menegaskan, Bulog tetap jadi mengekspor beras tahun ini. “Untuk ekspor itu, Bulog sudah menandatangani kontrak,” kata Widjanarko di Jakarta hari ini.
Rencana Bulog mengekspor beras itu berdasarkan rencana awal sebelumnya dan total beras yang akan diekspor mencapai 50 ribu ton. Proses transaksi ekspor ini akan berlangsung selama Januari sampai dengan Februari 2005.
Menurut Widjanarko, beras yang akan diekspor merupakan beras tua yang lebih dari satu tahun berada di gudang. “Kalau itu dibuang di dalam negeri pun, mungkin menimbulkan kerusakan harga dalam negeri (harga beras lokal jatuh),” katanya.
Bulog juga menyerahkan negara tujuan ekspor beras itu ke para pedagang yang biasa membeli beras dari Bulog. Karena itu, penandatanganan kontrak akan melalui para pedagang itu dengan para pembeli. “Dari para pedagang itulah beras akan didistribusikan ke luar negeri.
Sementara itu, Widjanarko juga meminta pemerintah mengantisipasi iklim sepanjang tahun ini. Menurut dia, tahun ini ada kemungkinan besar akan terjadi musim kemarau panjang yang bisa menimbulkan gagal panen.
Tiga negara produsen beras, yaitu Vietnam, Thailand, dan Laos telah mempersiapkan aparatnya untuk menghadapi musim paceklik sepanjang 2005. Pemerintah di ketiga negara itu telah memerintahkan rakyatnya untuk menanam tanaman yang tidak membutuhkan terlalu banyak air.
Selain itu, ketiga negara tersebut juga memutuskan mulai Juni 2005 tidak melakukan ekspor beras lagi sebagai upaya menghadapi musim paceklik.
“Ketiga negara itu akan lebih memprioritaskan pada semester kedua 2005 untuk mengantisipasi kekeringan kondisi kekeringan di dalam negeri,” katanya.
Menurut Widjanarko, pemerintah seharusnya memberi perhatian soal ini, karena tidak bisa hanya didasarkan pada asumsi bisnis semata. Faktor-faktor alam harus menjadi salah satu variabel untuk mengambil kebijakan.
“Jangan sampai berasumsi bahwa semuanya business as usual. Tenang-tenang saja tidak ada masalah. Pemerintah harus mengantisipasi akan adanya kondisi kekeringan yang mungkin akan timbul pada semester kedua,” jelasnya.
Muhamad Nafi - Tempo
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|