Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi dan Bisnis

Bulog Tolak Lelang Gula Ilegal
Rabu, 05 Januari 2005 | 18:08 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Perusahaan Umum Bulog menolak hasil lelang gula ilegal sebanyak 56.343 ton, karena dianggap tidak transparan.

“Kami menyesal lelang itu tidak dilakukan secara transparan. Bulog sendiri tidak diberitahu,” kata Direktur Utama Bulog Widjanarko Puspoyo, di Jakarta hari ini.

Seperti diketahui, gula selundupan yang masih dalam proses pengadilan telah dilelang pada Selasa (4/1). Lelang diselenggarakan di Sheraton Media Hotel, Jakarta yang diikuti peserta sebanyak dua perusahaan.

Kedua perusahaan itu adalah PT Angels Product dan PT Bina Muda Perkasa. Angels Product memenangkan tender setelah melakukan penawaran seharga Rp 118 miliar dengan biaya sewa gudang sebesar Rp 12,5 miliar. Sedangkan Bina Muda hanya menawar sebesar Rp 115 miliar.

Widjanarko mengatakan, seharusnya lelang dilakukan secara terbuka dan sebelumnya dilakukan pemberitahuan. Dengan tidak adanya pemberitahuan, menyebabkan perusahaan yang akan ikut tender tidak bisa terlibat.

Selain tidak transparan, harga lelang tender juga jauh dari harga normal. Pada harga standar dari dana talangan, sebagaimana yang tercantum dalam Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangam Nomor 643 tentang Impor Gula, seharusnya harga dasar gula sebesar Rp 3.410 per kilogram.

“Yang terjadi pada lelang kemarin, yang dimenangkan dengan harga Rp 2.100 per kilogram. Ini jauh berada di bawah harga talangan. Itu saja tidak wajar,” katanya.

Menurut dia, seharusnya gula tersebut dikelola pemerintah dan dijadikan sebagai stok gula nasional. Bulog bersedia menjadi instansi yang mengelola keberadaan gula tersebut.

Karena itu, maka pelelangan itu harus ditunda atau dibatalkan. Jika Bulog ikut serta, Bulog bersedia membayar harga lelang seharga dana talangan, yaitu Rp 3.410 per kilogram.

“Hari ini juga akan kami bayar, kalau itu (kesempatan) diberikan,” kata Widjanarko. “Bahkan bila Bulog diharuskan membeli sesuai dengan harga internasional, Bulog juga bersedia.”

Muhamad Nafi - Tempo

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Suasana/ kegiatan di gudang beras BULOG Cikande, Jawa Barat tanggal 26 Mei 2000  [TEMPO/ Awaluddin R; 30d/326/2000; 2000/07/18]. Tumpukan beras di gudang penyimpanan beras di Dolog Jaya/ gudang Bulog, Kelapa Gading, Jakarta, 25 Mei 2000. [TEMPO/ Awaluddin R; 30d/325/2000; 20000717].<br>Dimuat majalah TEMPO 20030112-103
Beras
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Bulog Pastikan Tetap Akan Ekspor Beras
Bulog Operasi Pasar di Blang Pidie, Aceh
Bulog Masih Kesulitan Kirim Logistik ke Meulaboh
Bulog Jamin Stok Beras di Aceh dan Sumatera Utara Aman
Deptan Usul Kenaikan Harga Gabah Rp 100/Kg
1.700 Ton Raskin Mangkrak di Dolog
Bulog: Tak Perlu Impor Beras
Harga Dasar Gabah Kembali Digodok
Bulog Minta Kembali Beli Beras Untuk PNS
Bulog Tidak Jadi Beli Suba Indah
> selengkapnya...


Referensi

UU RI No.7 Thn.1996 Tentang Perlindungan Pangan
Inpres RI No. 8 Tahun 2000 Tentang Penetapan Harga Dasar Gabah Serta Harga Pembelian Gabah dan Beras
PP RI No.61 Thn. 2003 Tentang Perubahan Atas PP No.7 Thn.2003 Tentang Pendirian Perusahaan Umum (PERUM) BULOG
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Ibu Tewas Tertabrak Bus Transjakarta
Kejaksaan Sudah Periksa 7 Orang
Tersangka Bom Ikan Ditangkap
Banyuwangi Dapat Rp 7 Miliar
Purwakarta Tunda Proyek Rp 26 Miliar

<< January,2005>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data