Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi dan Bisnis

Pemerintah Sediakan Rp 806 Miliar untuk Rehabilitasi Tanaman Bakau di Aceh
Kamis, 06 Januari 2005 | 17:59 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Departemen Kehutanan akan mengalokasikan dana Rp 806 miliar untuk merehabilitasi tanaman bakau di Aceh yang rusak akibat bencana gempa bumi dan gelombang tsunami.

Dana itu akan diambil dari sisa dana proyek Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan yang belum terserap habis.

Menurut Menteri Kehutanan M.S Ka’ban, hutan bakau merupakan salah satu cara untuk memagari pantai dari gelombang air laut. “Untuk menanam bakau seluas 1 hektar membutuhkan dana sebesar Rp 4-5 juta. Dengan dana sekitar Rp 806 miliar itu, pemerintah mampu merehabilitasi hutan bakau seluas 150-200 ribu hektar,” kata Ka’ban di Jakarta hari ini.

Departemen Kehutanan, kata Ka’ban, juga akan mengupayakan merelokasi rumah tinggal bagi para korban di Aceh yang akan ditempatkan di dataran tinggi di Meulaboh. “Tentu saja ini juga harus disesuaikan dengan rencana tata ruang daerah.” Sedangkan bahan baku materiil untuk pembangunan rumah itu akan diupayakan dari kayu-kayu sitaan yang selama ini berada di Kejaksaan dan Kepolisian.

Sementara itu, Departemen Kehutanan telah mengerahkan enam ekor gajah dan 25 orang pawang ke Aceh untuk membantu evakuasi korban dan mengangkat puing-puing yang masih berserakan.

Menurut Menteri, infrastruktur di Aceh saat ini dalam kondisi sangat parah sehingga meskipun pemerintah memiliki helikopter, pesawat Hercules, kapal laut dan sebagainya, tapi semua peralatan itu belum bisa masuk ke Aceh. Jalan, pelabuhan, dan landasan pesawat mengalami kerusakan.

Gajah-gajah yang dikirim ke Aceh itu merupakan gajah yang sudah terlatih, sehingga diharapkan tidak banyak mengalami kesulitan dalam membantu tim lainnya. Selain gajah dan sejumlah uang, Departemen Kehutanan juga telah mengirimkan 17 unit kendaraan, termasuk tronton dan peralatan lainnya, serta pompa air untuk pengadaan air bersih.

Akibat bencana gempa bumi dan gelombang tsunami yang terjadi di Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatera Utara pada Minggu (26/12), jumlah karyawan Dinas Kehutanan yang meninggal sebanyak 30 orang dan 225 orang belum ditemukan. Jumlah total karyawan beserta keluarganya mencapai 600-1.000 orang.

Departemen Kehutanan telah mengirimkan para ulama dan psikolog untuk membantu mengembalikan semangat pegawai di lingkungannya.

Asep Yogi Junaedi - Tempo

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
   
Menteri Kehutanan, M Prakosa dalam  rapat kerja di Gedung DPR/MPR Jakarta, Senin, 17 Februari 2003. 
[TEMPO/ Amatul Rayyani; Digital Image; 20030314].
M Prakosa

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Rumah Sakit Singapura Kirim Dokter ke Aceh
Singapura Bantu US$ 10 Juta untuk Aceh
Pemerintah Bangun 123 Ribu Rumah Gratis di Aceh
Pemerintah Indonesia Setuju Utang Lagi pada Bank Dunia US $ 275 Juta
Proyek Terminal Senilai Rp 1,4 Triliun Terancam Batal
Puluhan Alat Berat Menuju Aceh
Percakapan Telepon SBY-Putin
Wajib Pajak di Bandara Banyak yang Nakal
Disusun, Kebutuhan Jangka Pendek untuk Aceh
Bio Farma Kirim Ribuan Dosis Vaksin ke Aceh
> selengkapnya...


Referensi

Tak Ada Alat, Gajah Pun Jadi
Anak Saya Teriak Abi ? Abi, Air Sudah Datang
Mobil Tenggelam, Saya Keluar dari Kaca Tengah
PP RI No. 82 Tahun 2000 Tentang Karantina Hewan
Kepres RI No. 87 Thn.2003 Tentang Tim Nasional Peningkatan Ekspor Dan Peningkatan Investasi
Kepres RI No. 59 Thn.2003 Tentang Tunjangan Jabatan Bagi Pejabat Negara Di Lingkungan Lembaga Tertinggi / tinggi Negara
> selengkapnya...

Website

Blog Khusus Tsunami Aceh
Palang Merah Indonesia
Kementerian Riset dan Teknologi
Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional
Departemen Kehutanan
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< January,2005>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data