Divisi Seluler Indosat Targetkan Pertumbuhan Pelanggan 40 Persen

Kamis, 06 Januari 2005 | 18:08 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:PT Indonesian Satellite Corporation Tbk. (Indosat) mentargetkan pertumbuhan pelanggan seluler sebesar 40 persen pada 2005. Sampai saat ini total pelanggan seluler Indosat mencapai 9,7 juta orang.

Menurut Wakil Presiden Senior Penjualan Seluler Indosat Fadzrie Sentosa, pertumbuhan pelanggan Indosat pada 2004 naik 90 persen atau bertambah sebanyak 3,7-4 juta pelanggan dibanding pertumbuhan pelanggan pada 2003.

Dia mengatakan, untuk meningkatkan pertumbuhan pelanggan tahun ini perseroan akan meningkatkan kualitas layanan Indosat. Indosat sudah mengimplementasikan penggunaan jaringan GPRS (General Packet Radio Services) serta mengintegrasikan antara produk Mentari, IM3, dan Matrix.

Selain itu, mulai 7 Januari 2005, Indosat telah meluncurkan Paket Mentari Awal Tahun, Paket IM3 Super, dan pengalihan beban pajak penjualan.

Paket Awal Tahun Mentari merupakan kartu perdana yang ditawarkan dengan harga Rp 25 ribu, termasuk pulsa Rp 15 ribu. Setiap pengisian pulsa diberikan penambahan bonus pulsa sebesar 10 persen sampai dengan 30 April 2005

Untuk pengguna kartu Mentari pembayaran pajak penjualan sebesar 10 persen tidak lagi dibayar dimuka saat pembelian, tapi pembayaran pajak itu dihitung dari pemakaian pulsa.

”Dengan adanya penerapan pajak penjualan saat pemakaian pulsa, maka harga jual pulsa menjadi lebih murah,” kata Fadzrie. Pulsa Rp 100 ribu yang biasanya dengan pajak penjualan dimuka dijual Rp 110 ribu, kini harga jual di pasar menjadi Rp 100 ribu.

Bahkan, konsumen dapat menikmati harga jual pulsa di bawah Rp 100 ribu karena perseroan memberikan diskon 7 persen kepada pedagang eceran. Pelanggan dapat menikmati harga jual Rp 97 ribu untuk pulsa Rp 100 ribu.

Menurut Fadzrie, penerapan kebijakan ini karena sebagian besar pelanggan merupakan masyarakat ekonomi menengah ke bawah yang saat ini mengalami penurunan daya beli. “Dengan penerapan harga jual lebih murah, maka perseroan juga dapat meningkatkan pangsa pasar, terutama masyarakat menengah ke bawah,” katanya.

Sementara itu, perseroan memproyeksikan belanja modal tahun ini tidak lebih dari belanja modal tahun lalu, yakni sekitar US$ 640-700 juta. Sebesar 80 persen dari belanja modal itu diperuntukkan bagi pengembangan seluler.

Indosat tahun ini akan membangun base transmitter station sebanyak 3.500 unit dengan dana sekitar Rp 1-2 miliar.

Yuliawati - Tempo






Komentar Anda

Kirim