Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi dan Bisnis

Pertamina dan Pembeli Sepakat Pengurangan Pengiriman Kargo LNG
Kamis, 06 Januari 2005 | 21:04 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pertamina dan pembeli di luar negeri sepakat untuk mengurangi pengiriman sebanyak 30 kargo gas alam cair atau liquefied petroleum gas (LNG) dari kilang gas Bontang, Kalimantan Timur.

Pertamina dan semua pembeli gas Indonesia pada Desember 2004 telah menyepakati pengurangan itu, karena Indonesia ingin memenuhi kebutuhan gas dalam negeri. Semula, berdasarkan komitmen awal, Pertamina harus mengekspor antara 355-360 kargo LNG per tahun.

Kilang gas Bontang memiliki kapasitas sebanyak 24 juta ton. Gas yang diolah di tempat itu berasal dari lapangan-lapangan gas milik Pertamina dan beberapa kontraktor bagi hasil seperti Unocal, Total, dan Vico. Produksi LNG dari kilang itu tahun lalu ditargetkan bisa mencapai 355 kargo, yang semuanya diekspor ke luar negeri. Bontang telah memiliki kontrak jual beli LNG dengan pembeli dari Jepang dan Taiwan sebesar 355 kargo per tahun.

Menurut Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina (persero) Ari Soemarno, perubahan program pengiriman tahunan itu sudah disetujui, yakni lebih rendah dari kontrak awal yang telah disepakati sebelumnya.

Pertamina mengambil langkah ini untuk menjalankan mandat pemerintah agar memenuhi kebutuhan pasokan gas dalam negeri. Sebelumnya, Pertamina diminta memasok gas ke Pabrik Pupuk Iskandar Muda I dan Pupuk Iskandar Muda II di Aceh. Kebutuhan gas di Aceh tahun ini diperkirakan mencapai 12 kargo.

Ari menegaskan, yang terpenting saat ini Pertamina telah mengamankan pasokan gas dalam negeri, terutama untuk Ari Soemarno menegaskan yang terpenting saat ini Pertamina telah mengamankan pasokan gas dalam negeri terutama untuk Pupuk Iskandar Muda I dan II.

“Yang penting, suplai ke pabrik pupuk sudah diamankan. Caranya bagaimana, itu tekniklah,” katanya.

Sementara itu, ladang gas di Arun yang tadinya memasok Pupuk Iskandar Muda I dan Pupuk Iskandar Muda II terus mengalami penurunan produksi, sehingga hanya dapat mensuplai tiga kargo. Sisanya, sembilan kargo dicarikan pemerintah lewat transfer gas Arun dengan gas dari Bontang.

ExxonMobil Oil Indonesia, kontraktor bagi hasil di Arun, juga telah sepakat untuk memasok gas ke Pupuk Iskandar Muda I mulai Januari 2005 sebesar 57 mmscfd (million metres standard cubic feet day). Sedangkan untuk Pupuk Iskandar Muda II akan dilakukan kontrak perjanjian lagi pada Februari atau Maret 2005.

Komitmen itu tertuang dalam penandatangan kontrak jual beli gas antara ExxonMobil dan Pupuk Iskandar Muda di kantor Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas). Harga jual yang telah disepakati sebesar US$ 2,3 per mmbtu (metric British thermal unit).

Muhamad Fasabeni - Tempo

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Logo Pertamina di pagar RS Pertamina Pusat (RSPP), Jakarta, Kamis, 14 Juni 2001. [TEMPO/ Bernard Chaniago; Digital Image; 20010624]. Tumpukan drum oli merek Mesran Pertamina di Cirebon, Jawa Barat. [TEMPO/ Gatot Sriwidodo; 48c/201/90; 20000610].
Logo Pertamina
Oli Mesran
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Korupsi Tukar Guling Tanah Perhutani Diselidiki Kejaksaan Purwakarta
Bob Hasan Minta Penundaan Pemeriksaan Kasus Pertamina
Pertamina Akan Hentikan Minyak Tanah Gratis di Aceh
Pengiriman Kargo LNG ke Korea Terlambat Karena Tsunami
Pertamina Tak Akan Turunkan Kembali Harga Elpiji dan Pertamax
Pertamina Naikan Harga Elpiji
Pemerintah Sesalkan Terseretnya Beberapa BUMN dalam Kasus Bank Global
Puluhan Kilometer Pipa Minyak, Kritis
Pertamina Akan Kenakan Sanksi Direksi PSI
DPRD Bekasi Datangi Kantor Pertamina
> selengkapnya...


Referensi

Kasus Korupsi Prioritas Kerja 100 Hari Polri
UU RI No. 22 Tahun 2001 Tentang Migas

Website

PT Pertamina


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Hong Kong Wajibkan Label Produk Impor
DPR akan Bertemu Pimpinan KPK
Subsidi Pertanian 2009 Bakal Naik
Keluarga Yakin Jika Nanik Dibunuh Ryan
Djoko Suprapto Masih Jalani Pemeriksaan

<< January,2005>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data