UNIDO Kembangkan Agroindustri di Sulawesi

Kamis, 06 Januari 2005 | 22:00 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Badan Pembangunan Industri Dunia (United Nations Industrial Development Organization/UNIDO) akan mengembangkan industri berbasis agro di Sulawesi.

Pengembangan ini akan dilaksanakan secara bertahap sampai 2010 dengan biaya Rp 20 triliun dan industri yang akan dikembangkan adalah coklat, kelapa, jagung, dan perikanan.

Project Manager UNIDO untuk Program Pembangunan Indonesia Timur Wisnu Gardjito mengatakan, agroindustri akan dikembangkan dengan sistem cluster. Dengan sistem itu, industri tidak akan dilakukan dalam pembangunan skala besar.

Berdasarkan pada sistem cluster tersebut, penempatan industrinya tidak dalam satu areal atau wilayah. “Untuk jagung misalnya, klasternya ada di Gorontalo. Coklat di Palu dan Sulawesi Selatan, perikanan di Kendari, dan kelapa Sulawesi Utara,” kata Wisnu di Jakarta hari ini.

Untuk pengembangan industri ini, UNIDO mengkalkulasikan akan membutuhkan dana sebesar Rp 20 triliun. Namun, menurut Wisnu, baru bisa memberikan detail perencanaan pada Juni 2005. “Ini karena untuk kajian investasi proyek itu melibatkan banyak pihak seperti dari UNIDO sendiri maupun dari pemerintah, dalam hal ini pemerintah provinsi-provinsi yang ada di Sulawesi,” katanya.

Berdasarkan kajian awal, dengan dana investasi Rp 20 triliun itu akan medatangkan pendapatan jauh lebih besar, sampai Rp 120 triliun dari jagung, perikanan, kelapa, dan cokelat.

Wisnu mengatakan, dengan sistem itu nantinya akan menumbuhkan industri-industri pendukung. Industri jagung misalnya akan bisa memunculkan industi lainnya seperti industri pengalengan.

Sementara itu, Gubernur Gorontalo Fadel Muhammad mengatakan, saat ini sudah ada beberapa investor yang menyatakan minatnya dengan bisnis ini. Untuk industri coklat misalnya, investor Korea sudah menyatakan kesanggupannya menanamkan modal.

Muchamad Nafi - Tempo

TOPIK






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: