Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi dan Bisnis

Ekspor Makanan ke Australia Terhambat
Kamis, 06 Januari 2005 | 23:01 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Kepala Pusat Pengembangan Pasar wilayah Amerika, Australia, dan Selandia Baru Badan Pengembangan Ekspor Nasional Dede Hidayat mengungkapkan, beberapa makanan produk asal Indonesia mengalami hambatan masuk ke Australia.

Komoditas Indonesia dianggap belum memenuhi syarat, jika tidak melalui proses karantina terlebih dulu. “Makanan olahan misalnya harus melalui proses di badan karantina Australia dulu,” kata Dede kepada Tempo.

Menurut dia, beberapa peraturan yang dikeluarkan badan karantina ini antara lain dalam pelabelan produk harus menggunakan bahasa Inggris. Jika masih menggunakan bahasa asal negara pengekspor yang bukan Inggris, maka produk itu tidak bisa diedarkan di pasar Australia. Sementara kebanyakan produk dalam negeri kebanyakan masih menggunakan bahasa Indonesia.

Di sisi lain, dari isi produk terkadang terdapat ketidaksesuaian dengan komposisi yang tertera dalam kemasan. Dede mencontohkan, penyebutan vitamin dalam kemasan ternyata tidak terdapat dalam isi produk. “Atau ada yang mengandung zat-zat aditif yang di sana tidak diperbolehkan. Itu yang akhirnya masuk karantina,” katanya.

Menurut Dede, beberapa waktu lalu kasus ini banyak terjadi. Akibatnya, produk dalam negeri sulit masuk ke Australia. Tapi jumlah kasus tersebut saat ini sudah mulai berkurang, karena BPEN sudah mensosialisasikan kepada para pengusaha dalam negeri, terutama usaha kecil dan menegah tentang persyaratan-persyaratan di suatu negara ke Australia.

“Jadi, sebelum para pengusaha ekspor harus dijelasin, sehingga sampai sana tidak mengalami hambatan,” katanya.

Muchamad Nafi - Tempo

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
   
Tumpukan karet produksi  perkebunan milik Abu Rizal Bakrie yang siap diekspor di pelabuhan Belawan, Medan. [TEMPO/ Robin Ong; 31D/284/2000; 20001114].
Karet

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Bulog Pastikan Tetap Akan Ekspor Beras
BPS: Ekspor dan Impor November 2004 Turun
Pemerintah Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 2004 Lima Persen
Mari Pangestu Setuju Pelarangan Ekspor Pasir Laut ke Singapura
Ekspor dan Impor Bulan Oktober Meningkat
Ekspor ke Chile Tergantung Harga
Angkut Hasil Laut Pantai Selatan Jawa Dengan Pesawat
Ekspor Tembus US$ 7 Miliar
Ekspor Non-Migas Mencapai Rekor
Menko Ekuin Minta Birokrasi Pelabuhan Dipangkas
> selengkapnya...


Referensi

Kronologi Larangan Ekspor Pasir Laut
Keppres RI No. 7 Tahun 2004 Tentang Pengesahan Persetujuan Antara RI dan Republik Portugal Untuk Penghindaran Pajak Berganda dan Pencegahan Pengelakan Pajak Yang Berkenaan Dengan Pajak Atas Penghasilan Beserta Protokol
Kepres RI No. 87 Thn.2003 Tentang Tim Nasional Peningkatan Ekspor Dan Peningkatan Investasi
Keppres RI No. 40 Tahun 1999 Tentang Dewan Pembina Industri Strategis
> selengkapnya...

Website

Departemen Keuangan
Bank Indonesia
Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC)
Badan Ekspor Impor Indonesia


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Tak Ada Minyak Mentah Di Antapani
Walikota Cirebon Tolak Cairkan Gaji ke 13
Polisi Ringkus Pembuat Uang Palsu
Klinik HIV/AIDS untuk Napi Banceuy
PDIP Kecewa Kepala Daerah Dilarang Kampanye.

<< January,2005>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data