|
Ekonomi
Pemerintah Diminta Segera Bangun Jaringan Pipa Gas
Jum'at, 07 Januari 2005 | 16:49 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Mantan Direktur Perusahaan Gas Negara Qoyum Tjandranegara mengusulkan, agar pemerintah mempercepat pembangunan infrastruktur jaringan pipa gas dari Kalimantan Timur ke Pulau Jawa dalam lima tahun ini.
Selain itu, pemerintah juga perlu segera membangun terminal penerima di Jawa. Seluruh pembangunan infrastruktur ini akan menelan biaya sekitar Rp 25 triliun.
“Pendanaannya bisa diambil dari APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) atau melibatkan swasta,” kata Qoyum di Jakarta hari ini, usai bertemu dengan Menteri Pertambangan dan Energi Purnomo Yusgiantoro.
Menurut dia, Perusahaan Gas Negara sebenarnya telah merintis pembangunan infrastruktur jaringan itu sejak 1992. Pemerintah sendiri sampai saat ini belum menunjukkan kesungguhan untuk mengembangkan infrastruktur itu. Padahal, pengembangan sepertiga dari infrastruktur itu saja membutuhkan waktu setidaknya 14 tahun.
Karena itu, dalam pertemuannya dengan Purnomo, Qoyum juga mengusulkan pembentukan suatu badan atau komite yang akan mengkoordinasikan dana investasi swasta dari kalangan swasta.
“Pengembangan infrastuktur gas ini tidak bisa lagi ditunda-tunda, karena jika ditunda pemerintah akan makin mengalami kerugian sangat besar,” katanya.
Menurut dia, kalau bisa direalisasikan, pemerintah bisa menghemat penggunaan bahan bakar minyak (BBM). “Bahkan, kalau perlu harga BBM tidak perlu naik lagi,” kata Qoyum.
Pemerintah menderita kerugian hingga Rp 180 triliun setiap tahun akibat kebijakan subsidi BBM. Angka ini diperoleh dengan memperhitungkan subsidi yang dikeluarkan untuk impor BBM dan kehilangan kesempatan pendapatan akibat penggunaan bahan bakar dalam negeri yang tidak mengikuti harga pasar.
”Sekitar 37 juta kilo liter dijual dalam negeri tidak mengikuti harga pasar. Itu berarti ada opportunity loss sekitar Rp 110 triliun, ditambah dengan subsidi sebesar Rp 70 triliun, maka total kerugian negara adalah Rp 180 triliun per tahun,” katanya.
Muhamad Fasabeni
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|