Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi dan Bisnis

RUPSLB Global Financindo Tak Jadi Bahas Stock Split
Jum'at, 07 Januari 2005 | 17:36 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Rapat umum pemegang saham luar biasa PT Global Financindo Tbk. pada 31 Januari 2005, tidak jadi membahas soal pemecahan saham ((stock split). Padahal sebelumnya, perseroan berencana membahas tiga agenda, salah satunya soal pemecahan saham itu.

Dengan batalnya pembahasan soal pemecahan saham tersebut, perseroan hanya akan membahas dua agenda saja, yaitu persetujuan untuk menjual seluruh saham yang dimiliki oleh perseroan pada PT Bakrie Swasakti Utama dan soal peningkatan modal dasar perseroan.

”Agenda RUPSLB nanti tidak membahas rencana pemecahan saham. Perseroan hanya akan meminta persetujuan penjualan saham dan peningkatan modal dasar perseroan,” kata Maximianus Puguh Djiwanto, Direktur Utama Global Financindo, dalam laporannya kepada Badan
Pengawas Pasar Modal (Bapepam) dan Bursa Efek Jakarta (BEJ hari ini.

Bapepam dan BEJ sebelumnya mempertanyakan rencana stock split perseroan, karena harga saham saat ini tidak begitu tinggi. Pada perdagangan hari ini, harga saham tercatat Rp 830 dan nilai nominal Rp 500.

Global Financindo merupakan perusahaan yang bergerak pada aktivitas pembiayaan. Sejak 16 Mei 1990 perseroan mencatatkan perdagangannya di BEJ, dengan nama perusahaan Bakrie Finance.

Saat ini pemegang saham Global Financindo terbesar adalah BFC SPV Ltd (seri B) sebesar 97,36 persen. Sisanya, milik PT Bakrie Capital Indonesia (seri A) 1,36 persen, dan publik (seri A) 1,20 persen.

Sejak beberapa tahun terakhir, perseroan terus mengalami kerugian. Sampai dengan September 2004, perseroan mencatat rugi bersih Rp 82,80 miliar dengan total pendapatan perseroan Rp 79,26 miliar.

Sedangkan sampai akhir 2003, total pendapatan Rp 162,83 miliar dengan rugi bersih Rp 74,14 miliar dan sampai akhir 2002 perseroan mengalami rugi bersih Rp 652,82 dengan pendapatan Rp 184,95.

Sampai dengan September 2004, perseroan memiliki total aset sebesar Rp 195,67 miliar dengan
jumlah utang sebesar Rp 161,77 miliar.

Yuliawati - Tempo

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Seorang anak kecil dan pengasuhnya menyaksikan  peluncuran saham Bank Central Asia (BCA) di Bursa Efek Jakarta (BEJ), Jakarta, 31 Mei 2000. [TEMPO/ Rully Kesuma; 30d/238/2000; 20000705]. Suasana di Bursa Efek Jakarta, Jakarta, 2000. [TEMPO/ Rully Kesuma; 29d/495/2000; 2000/06/03].
BEJ
Bursa Efek Jakarta
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

BEJ Suspen Dua Emiten
Sentimen Positif Kuat, Indeks Terbuka Menguat Kembali
BEJ Minta Penjelasan Bahtera Adimina
Divisi Seluler Indosat Targetkan Pertumbuhan Pelanggan 40 Persen
Indeks Menguat 14 Poin
Indeks Berpotensi Menguat Tipis
Tunas Baru Lampung Proyeksikan Belanja Modal Rp 50 Miliar
Indeks Turun 3 Poin
Indeks Masih Berpeluang Menguat
Bapepam Bentuk Dua Tim Pemeriksa Kasus Great River
> selengkapnya...


Referensi

PP RI No. 12 Tahun 2004 Tentang Perubahan Atas PP No. 45 Tahun 1995 Tentang Penyelenggaraan Kegiatan Di Bidang Pasar Modal
PP RI No. 11 Tahun 2004 Tentang Penjualan Saham Pada Perusahaan Perseroan ( Persero ) PT. Adhi Karya
PP RI No. 70 Tahun 2000 Tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara RI Ke Dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT. Perusahaan Penerbangan Garuda Indonesia
> selengkapnya...

Website

Bursa Efek Surabaya
Bursa Efek Jakarta
Badan Pengawas Pasar Modal
Bursa Efek Jakarta


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Tak Ada Minyak Mentah Di Antapani
Walikota Cirebon Tolak Cairkan Gaji ke 13
Polisi Ringkus Pembuat Uang Palsu
Klinik HIV/AIDS untuk Napi Banceuy
PDIP Kecewa Kepala Daerah Dilarang Kampanye.

<< January,2005>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data