Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi dan Bisnis

Nilai Obligasi Bahtera Adimina Turun
Jum'at, 07 Januari 2005 | 19:29 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Nilai obligasi atau harga transaksi PT Bahtera Adimina Samudera Tbk. di Bursa Efek Surabaya mengalami penurunan sebesar 60 persen sejak transaksi tiga bulan terakhir.

Nilai itu terlihat dari transaksi terakhir, yakni pada 28 Desember 2004. Saat itu volume transaksi mencapai Rp 2 miliar. Sedangkan pada 22 Desember nilai transaksi sebesar 73,6 persen dengan volume transaksi Rp 2 miliar.

Seperti diberitakan sebelumnya, Bahtera Adimina mengalami kesulitan membayar sinking fund (penyisihan dana untuk pelunasan obligasi) yang keempat atas obligasi Bahtera Adimina I Tahun 2000 sebesar Rp 10 miliar. Pembayaran dana penyisihan keempat ini jatuh tempo pada 5 Juni 2004.

Dalam pertemuannya antara Bahtera Adimina (emiten), PT Bank Mandiri selaku Wali Amanat serta Bursa Efek Surabaya (BES) , emiten mengakui kesulitan pembayaran dana penyisihan karena kondisi perusahaan yang kurang membaik.

Menurut Bahtera Adimina, kondisi operasional sedang mengalami kesulitan sehingga kinerja emiten mengalami penurunan. Sampai dengan September 2004, penjualan dalam rupiah mencapai Rp 105,09 miliar atau turun dibandingkan dengan September 2003 yang mencapai Rp 124,90 miliar. Sedangkan penjualan dalam dolar, sampai September 2004 mencapai US$ 11,9 ribu atau turun bila dibandingkan 2003 sebesar US$ 14,54 ribu.

Direktur PT Bursa Efek Surabaya Sugeng Rijadi mengatakan, persoalan yang dihadapi oleh Bahtera Adimina akan melahirkan persepsi yang berbeda bagi setiap pelaku pasar.

“Ini tergantung persepsi pelaku pasar bagaimana memberikan tanggapan. Tidak semuanya langsung berpikir negatif, tetapi ada kemungkinan menganggap perseroan dapat membawa perbaikan kinerja,” katanya.

Sugeng menambahkan, obligasi Bahtera Adimina baru dapat dikatakan gagal bayar (default) bila pada tanggal jatuh tempo tidak mampu membayar kewajibannya.

Dari hasil pertemuan terakhir antara BES, Wali Amanat, dan perseroan pada akhir Desember, perseroan telah menjelaskan berbagai kesulitan yang dihadapi sehingga membuat perseroan mengalami penurunan kinerja.

Salah satu yang membuat penurunan kinerja adalah perseroan menghadapi peraturan baru Departemen Kelautan dan Perikanan mengenai mekanisme penangkapan ikan. Perseroan diharuskan mendarat terlebih dahulu untuk melakukan pemeriksaan.

Perseroan juga menghadapi kesulitan mendapatkan bahan bakar solar, sehingga terpaksa membeli berkali-kali lipat dari pihak ketiga.

BES kemudian meminta perseroan membuat proyeksi perusahaan selama beberapa tahun.”Untuk membuat proyeksi satu tahun perusahaan itu kesulitan, apalagi untuk membuat sampai tiga tahun,” katanya. Proyeksi selama tiga tahun diperlukan untuk melihat perkembangan
perseroan.

Seperti diketahui, obligasi I Bahtera Adimina Tahun 2000 dengan nilai nominal Rp 100 miliar akan jatuh tempo pada 5 Juni 2005. Sesuai dengan perjanjian bersama Wali Amanat Bank Mandiri, seharusnya perseraon dapat menyerahkan dana penyisihan paling lambat 5 Juni 2004. Namun, sampai saat ini, dari total kewajiban membayar dana penyisihan Rp 25 miliar, perseroan baru menyerahkan Rp 15 miliar.

Yuliawati - Tempo

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Seorang anak kecil dan pengasuhnya menyaksikan  peluncuran saham Bank Central Asia (BCA) di Bursa Efek Jakarta (BEJ), Jakarta, 31 Mei 2000. [TEMPO/ Rully Kesuma; 30d/238/2000; 20000705]. Suasana di Bursa Efek Jakarta, Jakarta, 2000. [TEMPO/ Rully Kesuma; 29d/495/2000; 2000/06/03].
BEJ
Bursa Efek Jakarta
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Indeks Kembali Menguat Tipis
RUPSLB Global Financindo Tak Jadi Bahas Stock Split
BEJ Suspen Dua Emiten
Sentimen Positif Kuat, Indeks Terbuka Menguat Kembali
BEJ Minta Penjelasan Bahtera Adimina
Divisi Seluler Indosat Targetkan Pertumbuhan Pelanggan 40 Persen
Indeks Menguat 14 Poin
Indeks Berpotensi Menguat Tipis
Tunas Baru Lampung Proyeksikan Belanja Modal Rp 50 Miliar
Indeks Turun 3 Poin
> selengkapnya...


Referensi

PP RI No. 12 Tahun 2004 Tentang Perubahan Atas PP No. 45 Tahun 1995 Tentang Penyelenggaraan Kegiatan Di Bidang Pasar Modal
PP RI No. 11 Tahun 2004 Tentang Penjualan Saham Pada Perusahaan Perseroan ( Persero ) PT. Adhi Karya
PP RI No. 70 Tahun 2000 Tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara RI Ke Dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT. Perusahaan Penerbangan Garuda Indonesia
> selengkapnya...

Website

Bursa Efek Surabaya
Bursa Efek Jakarta


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Tak Ada Minyak Mentah Di Antapani
Walikota Cirebon Tolak Cairkan Gaji ke 13
Polisi Ringkus Pembuat Uang Palsu
Klinik HIV/AIDS untuk Napi Banceuy
PDIP Kecewa Kepala Daerah Dilarang Kampanye.

<< January,2005>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data