Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Soal Posisi GAM Pemerintah Tekan 6 Duta Besar Asing
Senin, 10 Januari 2005 | 20:47 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah Indonesia minta ketegasan sikap enam negara yang terkait dengan kewarganegaraan anggota Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Keenam negara itu adalah Singapura, Libia, Inggris, Jepang, Swedia dan Amerika Serikat.

Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan Indonesia meminta bantuan keenam negara tersebut untuk memastikan operasi kemanusiaan di Aceh dapat berjalan lancar. "Orang-orang yang ada disitu (GAM) dan warga negara asing, jadi kami minta negara-negara itu punya sikap jelas," kata Wakil Presiden usai bertemu Duta Besar keenam negara tersebut di kantornya Jakarta, Senin (10/1).

Sebelum bertemu Wakil Presiden, keenam Duta Besar itu bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Menurut Menteri Sekretaris Negara, Yusril Ihza Mahendra, Presiden meminta pendapat dan tanggapan mereka soal penyelesaian masalah dengan GAM. "Indonesia ingin menyelesaikan masalah ini langsung dengan GAM,"katanya.

Menurut Yusril, selama ini penyelesaian konflik di Aceh selalu terhambat karena GAM selalu beralasan pemimpin mereka ada di negara lain.

Sapto Pradityo

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Pengibaran bendera Gerakan Aceh Merdeka oleh tentara GAM.  [TEMPO/J Kamal Farza].
<br>
Dimuat majalah TEMPO 20011216-033, 20000109-018 Menteri koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra), M Jusuf Kalla memberi keterangan pers perihal evaluasi pelaksanaan penyaluran dana konpensasi pengurangan subsidi BBM (Bahan Bakar Minyak) 2000 dan 2001 di kantor Menteri Negara Komunikasi dan Informasi, Jakarta, 14/06/02. [TEMPO/ Bagus Indahono; K8A/114/2002; 20020701].
Pengibaran Bendera GAM
M Jusuf Kalla memberi keterangan pers
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Marinir AS "Duduki" Meulaboh
Pasukan Asing di Bawah Koordinasi Panglima TNI
Presiden Minta Sampah Segera Dibersihkan
Tsunami, 17 Desember?
Pemerintah Indonesia Buka Kemungkinan Pembicaraan Damai dengan GAM
PBB Prioritaskan Sanitasi Bagi Pengungsi
Lagi, Mahasiswa Diculik
Relawan BEM UI Bersitegang dengan Tentara Australia di Aceh
Presiden akan Kunjungi Kolinlamil
Kapal Amfibi Penyerang Milik AS Berada di Perairan Sumatera
> selengkapnya...


Referensi

Pemeriksaan Hasan Tiro
Kasus Puteh dan Masa Depan Pemberantasan Korupsi
Wiranto: Yudhoyono Pernah Janji bahwa Kalla Tak Akan Maju
Akbar Gandeng Wiranto Hadapi Jusuf Kalla
Inpres RI No.1 Thn.2002 Tentang Peningkatan Langkah Komprehensif Dalam Rangka Percepatan Penyelesaian Masalah Aceh
Inpres RI nomor 7 Tahun 2001 Tentang Langkah - Langkah Komprehensif Dalam Rangka Penyelesaian Masalah Aceh
Laporan Penelusuran Penyumbang “Bermasalah ”
> selengkapnya...

Website

International Monetary Fund
Asian Development Bank
Gerakan Aceh Merdeka


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Hong Kong Wajibkan Label Produk Impor
DPR akan Bertemu Pimpinan KPK
Subsidi Pertanian 2009 Bakal Naik
Keluarga Yakin Jika Nanik Dibunuh Ryan
Djoko Suprapto Masih Jalani Pemeriksaan

<< January,2005>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data