Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekbis

Jepang Tawarkan Moratorium Utang bagi Indonesia
Selasa, 11 Januari 2005 | 18:09 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Boleh jadi ini kabar baik dari Negeri Sakura. Pemerintah Jepang akan mengajak sejumlah negara pengutang untuk menawarkan moratorium utang pada Indonesia. Ajakan ini menyusul terjadinya bencana gempa bumi dan gelombang tsunami di Aceh dan Sumatera Utara belum lama ini.

“Pemerintah kami cenderung mengusulkan moratorium itu,” ujar duta besar Jepang untuk Indonesia, Yutaka Iimura, saat menjamu makan siang sejumlah editor media massa di Jakarta, Selasa siang tadi.

Tapi, perkara detil moratorium tersebut, semisal berapa lama penundaan pembayarannya, Duta Besar Iimura belum bisa membeberkannya saat ini. Persoalannya akan dibahas dalam pertemuan Paris Club yang akan berlangsung Rabu besok. “Jadi, harap sabar menunggu besok,” katanya.

Menurut Dubes Iimura, cicilan pokok dan bunga utang resmi (official loan) pemerintah Indonesia yang harus dibayar tahun 2005 ini nilainya mencapai sekitar US$ 3 miliar. Jika ditambah dengan utang swasta yang jatuh tempo pada tahun ini pula, besarnya sekitar US$ 4,8 juta.

Jepang merupakan negara donor dengan proporsi sekitar 70 prosen dari total utang pemerintah Indonesia yang juga diperoleh dari Bank Dunia dan Bank Pembangunan Asia. Dua jenis kebijakan kelonggaran utang lainnya bisa didapat melalui penjadwalan ulang utang dan penundaan utang. Dua skema terakhir ini harus melalui persetujuan Dana Moneter Internasional (IMF).

Selain kebijakan tersebut, Jepang sejauh ini sudah memberikan pelbagai bantuan kemanusiaan berupa pengiriman logistik (makanan dan peralatan darurat) senilai US$ 370 ribu.

Bantuan generator, selimut, peralatan tidur, pemurni air, tanki air telah didistribusikan ke wilayah Banda Aceh, Aceh Besar, hingga Leung Bata dan sejumlah kawasan pengungsian lainnya.

Jepang juga telah mengirimkan sejumlah tenaga dokter dan paramedis. Selain itu, Tokyo juga tengah menyiapkan seribu personil beladiri yang akan diturunkan serentak guna operasi kemanusiaan di Aceh.

Perdana Menteri Junichiro Koizumi juga telah menyiapkan bantuan hibah untuk keadaan darurat senilai US$ 1,5 juta yang diberikan secara langsung kepada pemerintah Indonesia. Angka donasi ini di luar hibah murni yang totalnya sebesar US$ 500 juta yang diplot pemerintah Jepang untuk pelbagai negara yang didera gempa dan tsunami.

Dari angka di atas, US$ 146 juta di antaranya akan disisihkan dan diserahkan langsung kepada pemerintah Indonesia, sedangkan US$ 250 juta sisanya disalurkan melalui sejumlah badan internasional.

Wahyu Muryadi-Tempo News Room

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Penumpang Kereta Api/ KA berjubel dan naik di atap di Stasiun Senen, Jakarta, 18 Desember 2000 [ TEMPO/ Bernard Chaniago; 32d/147/2001; 20010312 ]. Deretan mobil KWK saat protes sopir angkot di Balai Kota Jakarta , Januari 2001 [TEMPO/ Bernard Chaniago; 32D/086/2001; 20010214].
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Dewan Transportasi Kota Dilantik
Paris Club Setuju Bahas Soal Moratorium Utang Negara Korban Tsunami
Yusuf Kalla: Moratorium Diajukan Saat Paris Club
Koalisi LSM Minta Bicara di Forum KTT
Indonesia Belum Dapat Pernyataan Resmi Soal Penghapusan Utang
Pemerintah Tidak Akan Minta Moratorium Utang Luar Negeri
Pemerintah akan Tindaklanjuti Usulan Penundaan Pembayaran Utang
Alwi Shihab : Bandara Medan dan Banda Aceh Harus Operasi 24 Jam
Ciputat Akan Bangun Terminal Bus Terpadu
“Presiden Harus Buktikan Janji Bisa Tangani Utang”
> selengkapnya...


Referensi

PP RI No. 3 Tahun 2001 Tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan
Keppres RI No. 31 Tahun 1999 Tentang Pembentukan Badan Restrukturisasi Utang Luar Negeri Perusahaan Indonesia ( Indonesian Debt Restructuring Agency )

Website

Departemen Keuangan
Bank Indonesia
Situs Transjakarta-Busway
Moody's Investors Service
Standard & Poor's
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]


Berita Terakhir

Suara NU ke Pasangan Karsa, Perempuan ke Kaji
Pasangan Karsa Langsung Lakukan Konsolidasi
Industri Mulai Geser Hari Kerja
Pemerintah Siapkan Dana Cadangan untuk PLN
Industri Gugat PLN Jika Tarif Dinaikkan

<< January,2005>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data