Kasnic Turunkan Peringkat Obligasi Barito
Selasa, 11 Januari 2005 | 20:32 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:PT Kasnic Credit Rating Indonesia (Kasnic), perusahaan pemeringkat nasional, menurunkan peringkat obligasi Barito Pacific Timber I tahun 2002 sebesar Rp 400 miliar, yakni dari CCC (Triple C) menjadi D (Default).
Penurunan peringkat itu karena perseroan dianggap gagal membayar kupon bunga obligasi yang jatuh tempo pada 10 Januari 2005. Pembayaran kupon bunga obligasi itu merupakan kewajiban pembayaran yang keempat sebesar Rp 33 miliar.
”Kasnic menurunkan peringkat obligasi Barito menjadi D, karena kegagalan perseroan membayar kupon bunga obligasi yang jatuh tempo. Ini karena perseroan mengalami kesulitan arus kas,” kata Kasnic dalam penjelasannya ke Bursa Efek Surabaya (BES) di Jakarta hari ini.
Kasnic mengatakan, saat ini manajemen Barito Pacific sedang mengajukan penundaan pembayaran bunga kepada wali amanat sampai dengan periode pembayaran kupon bunga
berikutnya.
Sebelumnya, Bursa Efek Jakarta (BEJ) memberlakukan penghentian sementara perdagangan saham PT Barito Pacific Timber Tbk. BEJ menghentikan perdagangan saham Barito untuk sementara waktu, karena perseroan belum dapat memenuhi kewajiban penyerahan dana pembayaran bunga obligasi Rp 33 miliar kepada Kustodian Sentral Efek Indonesia, selaku agen pembayaran.
Dalam pertemuan antara direksi BEJ dan perseroan, emiten menyatakan akan membayar bunga obligasi pada Juni 2005. “Emiten berjanji akan membayar bunga obligasi, disatukan dengan kewajiban pembayaran pada Juni 2005 sebesar Rp 66 miliar,” kata Harry Wiguna, Direktur Pencatatan BEJ.
Obligasi Barito Pasific Timber pertama kali terbit pada 10 Januari 2002, yang jatuh tempo pada 10 Januari 2007. Obligasi ini telah beberapa kali di restrukturisasi. Berlaku sebagai Wali Amanat obligasi Barito adalah Bank Niaga.
Beberapa obligasi yang akhir-akhir ini mengalami masalah dalam peringkat Kasnic adalah Obligas Bahtera Adimina I tahun 2000 dengan nilai Rp 100 miliar, yang juga diturunkan peringkatnya dari B- menjadi BB- dengan outlook negative.
Selain itu, obligasi sub-ordinasi Bank Global tahun 2003 dengan nilai Rp 400 miliar, yang diturunkan peringkatnya menjadi D.
Yuliawati - Tempo





