Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi

Indef Sarankan Bank Umum Sebagai Penyangga BPR
Selasa, 11 Januari 2005 | 21:35 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Direktur Utama Indef Fadhil Hasan menyarankan agar bank umum menjadi lembaga penyangga (Apex) Bank Prekreditan Rakyat (BPR), karena kapasitas pendanaan bank itu dapat mendukung kredit likuiditas BPR.

Lembaga penyangga ini sangat cocok diterapkan di Indonesia. BPR dapat memanfaatkan perangkat infrastruktur dan teknologi bank umum yang sudah memadai. “Tapi bank umum itu harus benar-benar bank yang kuat, sehingga menghindari kerugian BPR,” kata Fadhil disela-sela seminar Pengkajian Lembaga Apex bagi BPR di gedung BI, Jakarta hari ini.

Bank umum, kata Fadhil, memiliki strata yang lebih tinggi dibanding BPR sehingga dapat mendorong terciptanya hubungan kelembagaan dan operasional yang kondusif. Namun, biaya operasional bank umum lebih mahal dibandingkan BPR, sehingga perlu insentif menarik bagi bank umum untuk membuka layanan Apex BPR.

Seperti diketahui, Bank Indonesia sedang mengkaji pembentukan lembaga penyangga BPR untuk membantu likuiditas bank tersebut.

Direktur Pengawasan Bank Perkreditan Rakyat BI Irman Djaja Dalimi mengatakan, banyak bank perkreditan yang mengalami persoalan likuiditas, sehingg BI akan membentuk sebuah lembaga yang memberikan bantuan untuk meningkatkan modal kerja yang bernama Apex.

“Kami masih mengkaji apakah mau dibuat lembaga sendiri atau lembaga yang sudah ada,” kata Irman.

Yandi MR - Tempo

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Protes oleh forum somasi dengan poster bertuliskan tegakkan independensi bank indonesia di depan gedung Bank Indonesia/ BI, Jakarta 9 Juni 2000 [Bernard Chaniago; 2000/06/09]. Protes oleh Forum Somasi dengan poster bertuliskan tegakkan independensi Bank Indonesia di depan gedung Bank Indonesia/ BI, Jakarta 9 Juni 2000 [TEMPO/ Benard Chaniago; 30/388/2000; 2000/07/25].
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

SBI Jadi Alat Utama Ukur Kebijakan Moneter
Presiden Resmikan Peluncuran Uang Rp 100 Ribu Baru
BI: Bank-bank di Aceh Beroperasi Penuh Pekan Depan
BI Akui Fit And Proper Bank Lemah
BI Akan Tetapkan Modal Minimum Bank Syariah 2005
BI Keluarkan Paket Kebijakan Perbankan Pertengahan Januari
BI Berikan Kemudahan Kredit untuk Korban Bencana
BI: Cadangan Devisa Sampai Akhir Tahun Masih Stabil
BI Masih Beri Kesempatan Bank Persyarikatan Cari Investor
Bank Indonesia Optimis Cadangan Devisa Naik
> selengkapnya...


Referensi

Profil Miranda Swaray Goeltom
Profil Burhanuddin Abdullah
Latar Belakang Perusahaan Pengelola Aset Negara (PPA)
Keppres RI No. 17 Tahun 2004 Tentang Perubahan Atas Keppres No. 26 Tahun 1998 Tentang Jaminan Terhadap Kewajiban Pembayaran Bank Umum
Keppres RI No. 1 Tahun 2004 Tentang Komite Koordinasi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang
PP RI No. 47 Tahun 2001 Tentang Perubahan Keempat Atas PP No. 17 Tahun 1999 Tentang Badan PenyehatanPerbankan Nasional
> selengkapnya...

Website

Bank Indonesia


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Tak Ada Minyak Mentah Di Antapani
Walikota Cirebon Tolak Cairkan Gaji ke 13
Polisi Ringkus Pembuat Uang Palsu
Klinik HIV/AIDS untuk Napi Banceuy
PDIP Kecewa Kepala Daerah Dilarang Kampanye.

<< January,2005>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data