Anggota DPR Duga Hasil RI di Paris Club Minimal

Rabu, 12 Januari 2005 | 14:16 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Anggota Komisi Keuangan dan Perbankan DPR Dradjat Wibowo, menilai tim negoisasi pemerintah dengan kreditor dalam Paris Club kurang persiapan. Dia melihat hal itu dari tak adanya data kerusakan bencana di provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dan Sumatera Utara yang dibawa pemerintah. Karenanya, dia menduga pemerintah hanya akan memperoleh hasil yang sangat minimal.

"Data itu penting mengingat tujuan Indonesia untuk meminta keringanan pembayaran utang atas bencana yang terjadi itu," ujar Drajad dalam seminar "Kelemahan Kebijakan dan Strategi Tim Ekonomi dalam Moratorium", di Hotel Kartika Chandra Jakarta, Rabu (12/1).

Politikus Partai Amanat Nasional itu berpendapat, pemerintah hanya mengandalkan keinginan kreditor untuk beramal. “Paris Club itu bersifat teknis sehingga harus ada data mengenai kerusakan bencana. Kalau data itu ada posisi Indonesia akan lebih kuat,” ucap Drajad.

Menurut dia, data mengenai kerusakan ini dapat diperoleh melalui audit dari auditor yang kredibel. Audit ini harus tetap dilakukan dan diajukan dalam sidang CGI, 19-20 Januari yang akan datang.

Namun, kata Drajad, negosiasi penundaan utang tidak akan menjadi pembahasan dalam sidang CGI nanti. “Moratorium sudah lewat sehingga nantinya bagaimana Indonesia melakukan negosiasi mengenai persyaratan yang lebih mudah dengan jangka waktunya untuk utang baru,” kata dia.

Sidang Paris Club berlangsung hari ini di Paris, Prancis. Hingga saat ini belum diketahui keseluruhan hasil sidang tersebut.

Yandi M.R.

TOPIK






Komentar Anda

Kirim