Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi dan Bisnis

Indeks Kembali Melemah 3,095 Poin
Rabu, 12 Januari 2005 | 17:48 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Penutupan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta (BEJ) hari ini kembali turun sebesar 3,095 poin menjadi 1.008,578. Turunnya indes itu disebabkan aksi ambil untung beberapa saham unggulan.

Pada perdagangan di pasar reguler, terjadi transaksi sebanyak 18.787 kali dengan volume perdagangan 2,655 juta atau senilai Rp 1,25 trilliun. Sebanyak 42 saham naik, 75 saham turun, dan 248 saham stagnan.

Beberapa saham yang turun diantaranya saham unggulan seperti PGAS (Perusahaan Gas Negara
Tbk.) turun Rp 30 menjadi Rp 1.940, PTBA (Tambang Batubara Bukit Asam Tbk.) turun Rp 30 menjadi Rp 1.590, TLKM (Telekomunikasi Indonesia Tbk.) turun Rp 25 menjadi Rp 4.825, BMRI (Bank Mandiri Tbk.) turun Rp 20 menjadi Rp 1.900 dan INKP (Indah Kiat Pulp and Paper Tbk.) turun Rp 20 menjadi Rp 1.370.

Sedangkan beberapa saham yang mengalami kenaikan diantaranya ADHI (Adhi Karya Tbk.) naik Rp 30 menjadi Rp 770, GRIV (Great River International Tbk.) naik Rp 25 menjadi Rp 460, PNLF (Panil Life Tbk.) naik Rp 20 menjadi Rp 185 dan SMCB (semen Cibinong Tbk.) naik Rp
10 menjadi Rp 620.

Turunnya IHSG ini juga mempengaruhi turunnya indeks lainnya seperti indeks 45 saham terlikuid (LQ45) yang turun 0,758 poin menjadi 220,162, Jakarta Islamic Index (JII) turun 0,559 menjadi 168,940. Begitu pula, indeks papan utama (MBX) turun 0,853 poin menjadi 269,071 dan indeks papan pengembang (DBX) turun 0,590 poin menjadi 232,084.

Sebelumnya, analis Evergreen Securities Edwin Sebayang mengatakan, penurunan indeks selama
beberapa hari terakhir karena investor asing lebih banyak melakukan aksi jual dibandingkan beli
(net sell).

Menurut dia, ada kemungkinan penurunan ini akan terus berlanjut yang membuat indeks terus tertekan.

Yuliawati - Tempo

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Kesibukan kerja di Bursa Efek Jakarta (BEJ), 1995. [TEMPO/ Rully Kesuma; R1A/110/1995; 20010303].
<br>
Dimuat majalah TEMPO 20011021-138, 20020317-112 Pialang bermain catur di Bursa Efek Jakarta (BEJ), 2000. [TEMPO/ Rully Kesuma; 29d/495/2000; 20000602].
Bursa Efek Jakarta
BEJ
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Indeks Masih Melemah
BEJ Optimis Indeks Tumbuh 10-20 Persen
BEJ: Pencabutan Suspend Bahtera Adimina Tunggu Kejelasan Informasi
Tujuh Anggota Bursa Efek Surabaya Terancam Dicabut Izinnya
Nilai Obligasi Bahtera Adimina Turun
Indeks Kembali Menguat Tipis
RUPSLB Global Financindo Tak Jadi Bahas Stock Split
BEJ Suspen Dua Emiten
Sentimen Positif Kuat, Indeks Terbuka Menguat Kembali
BEJ Minta Penjelasan Bahtera Adimina
> selengkapnya...


Referensi

PP RI No. 12 Tahun 2004 Tentang Perubahan Atas PP No. 45 Tahun 1995 Tentang Penyelenggaraan Kegiatan Di Bidang Pasar Modal
PP RI No. 11 Tahun 2004 Tentang Penjualan Saham Pada Perusahaan Perseroan ( Persero ) PT. Adhi Karya
PP RI No. 70 Tahun 2000 Tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara RI Ke Dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT. Perusahaan Penerbangan Garuda Indonesia
> selengkapnya...

Website

Bursa Efek Jakarta


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Suara NU ke Pasangan Karsa, Perempuan ke Kaji
Pasangan Karsa Langsung Lakukan Konsolidasi
Industri Mulai Geser Hari Kerja
Pemerintah Siapkan Dana Cadangan untuk PLN
Industri Gugat PLN Jika Tarif Dinaikkan

<< January,2005>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data