|
Ekonomi dan Bisnis
Karyawan Semen Gresik Beraksi Lagi
Kamis, 13 Januari 2005 | 14:41 WIB
TEMPO Interaktif, Gresik:Sekitar seribu karyawan PT Semen Gresik kembali menggelar demonstrasi menentang masuknya PT Cemex (Cementos Mexicanos) Asia Holding Ltd ke dalam perusahaan tempat mereka bekerja. Aksi di depan Gedung Utama Semen Gresik Jl Veteran Gresik. itu bertujuan menolak opsi yang bakal diambil pemerintah untuk menyelesaikan konflik dengan perusahaan semen asing asal Meksiko itu.
Kepala Internal Audit PT Semen Gresik yang juga menjadi koordinator demonstrasi, Bambang Wiladjaja, mengatakan, pemerintah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah melakukan negosiasi secara tertutup dengan Cemex, tanpa melibatkan seluruh pemegang andil di perusahaan itu. Tawaran yang diberikan pemerintah Indonesia adalah mendirikan badan usaha baru. Kelak, badan usaha ini dikelola antara PT Semen Gresik dengan Cemex.
"Jangan sampai hanya karena mengejar target 100 hari, Semen Gresik beralih tangan jadi milik asing. Solusi ini juga akan dijualnya pabrik Tuban I, Tuban II dan Tuban III
milik Semen Gresik. Inilah yang kami tentang," katanya.
Bambang menyebutkan, selama ini pemerintah tidak bersikap transparan dalam mengambil opsi. Ia memberi contoh, komisaris independen PT Semen Gresik tidak pernah diajak berunding satu meja untuk menyelesaikan konflik dengan Cemex sekaligus opsi yang akan diambil.
Dalam aksinya, para karyawan mengerahkan tiga kendaraan berat yang biasa digunakan
untuk kegiatan di pabrik semen. Sejumlah spanduk juga di sebar di sejumlah tempat. Salah satunya, spanduk berukuran raksasa putih yang bertuliskan cat berwarna
merah "SG Not For Sale". Spanduk lain berbunyi "Pertahankan 51 Persen Saham RI di Semen Gresik" dan "Semen Gresik akan Berkembang Tanpa Cemex".
Sunudyantoro
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Konferensi pers PT Semen Gresik menjelaskan tentang spin off/ pemisahan diri perusahaan PT Semen Padang dan PT Semen Tonasa dari PT Semen Gresik, Jakarta, 2001 [TEMPO/ Bodi CH; K1A/215/2001; 20010510].](/hg/photostock/2004/12/27/s_K1a21505_high_thumb.jpg) |
![Direktur Utama (Dirut) PT Semen Gresik, Satriyo (kiri) dan kuasa hukumnya Todung Mulya Lubis (tengah) dalam jumpa pers usai RUPSLB PT Semen Padang di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Senin, 12/05/2003. Meski diwarnai aksi walk out dari komisaris dan direksi lama PT Semen Padang, menurut Satriyo, RUPSLB sah demi hukum karena menggunakan keputusan kasasi MA yang membolehkan Semen Gresik sebagai pemegang saham utama atau 99,99 persen saham Semen Padang untuk melakukan RUPSLB. RUPSLB memutuskan Direktur Utama Dwi Sutjipto menggantikan Ikhdar Nizar, Komisaris Utama Ismed Yuzairi yang merupakan Mantan Pangdam Bukit Barisan menggantikan Saafroedin Bahar.
[TEMPO/ Taufik Subarkah; Digital Image; 20030512].](/hg/photostock/2004/12/17/s_TS03051212_high_thumb.jpg) |
| Konferensi Pers PT Semen Gresik
|
|
| Satriyo dan Todung Mulya Lubis
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|