DPR Didesak Tolak Rencana Penjualan Pabrik Semen Tuban ke Cemex
Kamis, 13 Januari 2005 | 17:12 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Direksi, Komisaris Independen, dan Serikat Pekerja Semen Gresik mendesak DPR agar menolak rencana penjualan pabrik semen Tuban 1, Tuban 2 dan Tuban 3 ke Cemex Asia Holding Ltd. Desakan itu disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI, Kamis (13/1) di Jakarta.
Komisaris Independen Semen Gresik Tjuk Sukiadi mengatakan rencana pemerintah yang akan menjual pabrik semen Tuban kepada Cemex adalah sesuatu yang tidak berdasar. "Bagaimana mungkin pemerintah akan menjual tiga pabrik semen Tuban yang jelas-jelas produksinya besar," katanya dalam Rapat Dengar Pendapat dengan komisi VI DPR, Kamis (13/1) di Jakarta.
Seperti diberitakan, Selasa (23/11), pemerintah tengah mempertimbangkan menyerahkan dua pabrik milik Semen Gresik di Tuban kepada Cemex untuk menyelesaikan sengketa keduanya. Seorang pejabat di pemerintahan mengatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah menyetujui opsi ini. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Aburizal Bakrie malahan setuju menyerahkan semua pabrik yang dikelola langsung oleh Semen Gresik.
Menanggapi hal itu Tjuk mengatakan pemerintah terkesan tidak berhati-hati dan terlalu menggampangkan permasalahan. "Saya kira Menko (menteri Koordinator bidang Perekonomian) berpikir terlalu menggampangkan," katanya.
Meskipun hanya mengetahui melalui surat kabar mengenai rencana pennyerahan pabrik semen Tuban kepada Cemex, Tjuk merasa perlu memberikan komentarnya, karena itu berkaitan dengan tugasnya sebagai komisaris independen. "Apalagi pernyataan itu oleh Menko ekonomi," tegasnya.
Untuk itu, Tjuk mendesak agar pemerintah transparan dalam penyelesaian sengketa SMGR dengan Cemex. Selama ini pemerintah menurut Tjuk, tidak menerapkan asas GCG (Good Corporate Governance), sehingga dia menuntut agar pemerintah transparan dalam penyelesaian sengketa Cemex dengan Semen Gresik. "Kenapa pemerintah harus menyembunyikan opsi yang ditawarkan kepada Cemex. pemegang saham itu perlu tau opsinya, dan apa yang sudah disetujui, untuk menentukan langkah selanjutanya," katanya.
Direktur Pemasaran Semen Gresik Hasan Baraja mengatakan bila pabrik Semen Tuban dijual, maka akan membahayakan pasokan kebutuhan semen di Jawa, Bali dan Kalimantan. Pasalnya selama ini kebutuhan semen di tiga pulau ini dipasok dari pabrik semen Tuban. "Bila ketiga pabrik itu diserahkan ke Cemex, kita khawatirkan semua hasil produksi semen akan dijual ke luar negeri, sehingga kita kekurangan semen," katanya.
Ketua Majelis Permusyawaratan Federasi Serikat Pekerja BUMN Zubeir Halim mengatakan menolak keras, jika pemerintah akan menyerahkan pabrik Tuban 1, Tuban 2 dan Tuban 3 kepada Cemex. Namun, dia mengatakan setiap bentuk perlawanan akan dilakukan secara konstitusional. "Caranya akan kita tentukan nanti setelah ada statement resmi dari pemerintah," katanya.
Erwin Dariyanto





