Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Air Laut Surut Dua Kilometer, Sebagian Warga Mengungsi
Kamis, 13 Januari 2005 | 17:34 WIB

TEMPO Interaktif, Banten:Sebagian warga di sepanjang pantai Sumur (Taman Nasional Ujung Kulon), Kabupaten Pandeglang, hingga daerah Bayah, Kabupaten Lebak, mengungsi karena panik menyaksikan air laut surut sekitar dua kilometer dari pinggir pantai. Gejala alam yang dinilai tidak lazim ini menimbulkan ketakutan karena khawatir bencana tsunami seperti yang menimpa Nangroe Aceh Darussalam (NAD) dan Sumatera Utara (Sumut),terjadi di daerah ini.

“Enggak biasa Pak, surut sampai sejauh itu. Saya sama keluarga buru-buru ke sini (Serang). Sedangkan yang lain mengungsi ke tempat yang lebih tinggi seperti di bukit-bukit, tidak mau tinggal di pinggir pantai,” kata M Zaen, warga Sumur, Kabupaten Pandeglang yang mengungsi ke rumah saudaranya di Bunderan Ciceri, Serang, Kamis (13/1).

Hal serupa terjadi di Desa Sukamanah, Pagelaran, Malingping, Bayah dan sekitarnya. Sejak hari Rabu, ratusan warga mengungsi ke daerah-daerah yang lebih tinggi dengan wajah ketakutan. Bahkan di antaranya ada yang mendirikan tenda-tenda di sepanjang Jalan Raya Malingping-Bayah, seraya memindahkan barang-barang rumah tangganya. Hingga Kamis sore, mereka belum kembali dari tempat-tempat pengungsian.

Kapolsek Malingping, AKP Jamaludin Chaniago dan Camat Malingping, Kosim Ansori yang dihubungi Tempo secara terpisah melalui telepon, membenarkan terjadinya kepanikan luar biasa warga di sepanjang pantai tersebut. “Tetapi surutnya air laut dua kilometer itu tidak didahului adanya gempa. Kalau yang saya baca di koran-koran, kan bencana tsunami itu didahului gempa yang cukup hebat,” kata Kosim Ansori, Camat Malingping.

AKP Jamaludin Chaniago mengemukakan, sejak Kamis pagi sebenarnya kondisi air laut sudah normal kembali. Tetapi sebagian warga tetap ngotot belum mau kembali ke rumahnya yang terletak di pinggir pantai. “Tayangan televisi tentang bencana tsunami ini membuat mereka panik. Memang gejalanya sama, didahului surutnya air laut. Bedanya tidak ada getaran atau gempa bumi di sini,” ujarnya.

Direktur Eksekutif LSM Rekonvasi Bhumi, NP Rahadian minta kepada instansi berwenang untuk meneliti gejala alam yang tidak lazim tersebut. Sebab surutnya air laut secara mendadak hingga dua kilometer dari pinggir pantai merupakan yang tidak pernah terjadi di Banten.

“Kekhawatiran kami memang sama dengan warga, yaitu ada cekungan yang diisi air laut, tetapi cekungan ini membahayakan atau tidak, instansi berwenang harus segera mencari tahu dan menjelaskannya kepada masyarakat,” ujarnya. Sampai saat ini belum ada penjelasan resmi dari Pemerintah Provinsi Banten tentang surat air laut tersbut.

Faidil Akbar


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Grup Total Sumbang 400 Rumah Untuk Daerah Bencana
Satu Juta Orang Indonesia Akan Miskin Karena Tsunami
Pendidikan Masyarakat Aceh Diprioritaskan Depdiknas
DKI Jakarta akan Bantu Alat-Alat Berat untuk Aceh
Amerika Kerahkan Delapan Kapal Perang ke Aceh
BI: Pemerintah Seharusnya Minta Pembatalan Utang Luar Negeri US$ 218,5 Juta
Militer AS : Begitu Indonesia Bilang Keluar, Kami Langsung Tinggalkan Indonesia
Korban Pelanggan HAM Mendesak Kasus Munir Dituntaskan
Takut Konflik Bersenjata UNS Tarik 20 Relawannya dari Aceh
Komisi X DPR Akan Bangun Sekolah di Aceh
> selengkapnya...


Referensi

Lewat Pramuka Menuju Aceh
Nyiur di Meulaboh Tak Lagi Gagah Melambai
Derita Pengungsi Belum Berakhir
> selengkapnya...

Website

Info Penyakit Menular
Blog Khusus Tsunami Aceh
Palang Merah Indonesia
Kementerian Riset dan Teknologi
Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< January,2005>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data