Keberadaan Militer AS di Aceh Tergantung Pemerintah Indonesia

Kamis, 13 Januari 2005 | 18:13 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Duta Besar Amerika Serikat, Lyn Pascoe, mengatakan keberadaan militer Amerika Serikat di Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dan Sumatera Utara hanya selama diperlukan saja . "Kami akan berbicara dengan Pemerintah Indonesia sebagai pihak yang berkepentingan untuk menentukan sampai kapan keberadaan militer kami di sana," ungkapnya pada konferensi pers di Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS), Kamis (13/1).

Menurutnya, masalah ini sudah ditegaskan sejak kedatangan bantuan militer AS untuk yang pertama kalinya. Adapun tujuan mereka adalah untuk misi kemanusiaan, serta untuk rencana pertolongan darurat (evakuasi daerah terpencil). "Untuk itu kami membantu dengan mengirimkan helikopter, kami berada disini karena dibutuhkan dan akan segera meninggalkan Indonesia apabila tugas kami untuk misi ini selesai," ungkapnya.

Saat ini, katanya, terdapat sekitar 14.000 militer AS di seluruh wilayah Indonesia. Dan "Sebanyak 3.000 orang sebagai tim logistik yang mengantarkan bantuan dari Jakarta, Medan, Banda Aceh dan berakhir di Meulaboh." katanya.

Ia mengungkapnkan bahwa keberadaaa militer AS selain untuk mendukung sarana transportasi untuk mengirimkan bantuan juga untuk melindungi warga negaranya yang tergabung dalam Non Government Organization (NGO), Palang Merah International serta relawan yang membantu di Aceh.

Evy Flamboyan

TOPIK






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: