Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi dan Bisnis

Investor Cina Minta Indonesia Deregulasi Birokrasi
Kamis, 13 Januari 2005 | 21:29 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Para investor Cina meminta agar pemerintah Indonesia segera melakukan deregulasi di bidang birokrasi. Para investor itu menilai, panjangnya jalur birokrasi itu membuat laju investasi asing, terutama dari Cina, terhambat.

“Selama ini kan sudah ada deregulasi perizinan. Tapi itu belum cukup. Yang kami inginkan adalah deregulasi di bidang birokrasi,” kata Ketua Pelaksana Harian Indonesia Cina Cooperative Investment M.Jusuf Rizal di Jakarta hari ini.

Para investor Cina, menurut dia, pada dasarnya sudah melihat telah dilakukannya deregulasi di bidang perizinan. Tapi jika hanya sebatas kebijakan, maka deregulasi yang dikeluarkan akan bersifat parsial. “Jadi, jangan sampai perizinan itu dimudahkan tapi birokrasinya malah tambah rumit,” katanya.

Selain itu, pemerintah juga diharapkan bisa memberikan kemudahan-kemudahan yang bisa menghilangkan timbulnya biaya ekonomi tinggi seperti bisa diberantasnya pungutan-pungutan yang selama ini menjadi momok bagi dunia usaha. Pungutan-pungutan itu menimbulkan ketidaknyamanan para pelaku usaha.

Keseragaman peraturan pemerintah juga menjadi sorotan investor-investor ini. Sering kali, kata Jusuf, ketika mau berinvestasi beberapa peraturan harus dihadapi secara bersamaan. Bahkan, dalam peraturan-peraturtan itu muncul kontradiksi ataupun tumpang tindih seperti yang ada antara peraturan pusat dengan daerah.

Menurut Jusuf, dengan adanya pemerintahan baru diharapkan bisa menggairahkan dunia investasi dengan memperhatikan permintaan dunia usaha ini.

Muchamad Nafi - Tempo

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Seorang karyawan sedang memasang komponen lemari es / kulkas  di Sharp Yasonta, Jakarta tahun 2000 [TEMPO/ Robin Ong; 30d/209/2000; 2000/07/01]. TV Sharp sedang ditest oleh karyawan di divisi perakitan Sharp; Jakarta tanggal 9 Juni 2000 [TEMPO/ Robin Ong; 30d/116/2000; 2000/06/22].

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pemerintah Akan Ubah Total Undang-Undang Investasi
10 Perusahaan Besar Asal Cina Siap Investasi di Sektor Energi
UNIDO Kembangkan Agroindustri di Sulawesi
Dana Terbatas, Manteri Perindustrian Tawarkan Pengelolaan Infrastruktur Ekonomi
Kadin: Indonesia Butuh Investasi Rp. 1.300 Triliun
Pemerintah akan Beri Insentif Pajak
Perpajakan Masih Hambat Perkembangan Kawasan Industri
HKI Usulkan Pembentukan Komisi Kawasan Industri
Kebutuhan Investasi Bidang Kelistrikan US$ 30 Miliar
15 Kontrak Baru Senilai US$ 3,5 Miliar Segera Ditandatangani
> selengkapnya...


Referensi

PP RI No. 3 Tahun 2004 Tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara RI Ke Dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan ( Persero ) PT. Rajawali Nusantara Indonesia
Kepres RI No. 87 Thn.2003 Tentang Tim Nasional Peningkatan Ekspor Dan Peningkatan Investasi
UU RI No. 25 Tahun 2000 Tentang Program Pembangunan Nasional ( Propenas ) Tahun 2000-2004
> selengkapnya...

Website

Departemen Keuangan
Bursa Efek Surabaya


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]


Berita Terakhir

Suara NU ke Pasangan Karsa, Perempuan ke Kaji
Pasangan Karsa Langsung Lakukan Konsolidasi
Industri Mulai Geser Hari Kerja
Pemerintah Siapkan Dana Cadangan untuk PLN
Industri Gugat PLN Jika Tarif Dinaikkan

<< January,2005>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data