Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi dan Bisnis

Goodyear Belum Minat Tingkatkan Kepemilikan Saham Publik
Kamis, 13 Januari 2005 | 23:38 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Manajemen PT Goodyear Indonesia Tbk. sampai saat ini belum berminat untuk meningkatkan porsi saham publik. Saat ini mayoritas saham perusahaan masih dikuasai induk perusahaan, sementara publik hanya menguasai 15 persen saham saja.

“Perseroan belum memiliki kebijakan untuk menambah kepemilikan saham public di atas 15 persen,” kata Direktur Utama Goodyear Zakariah Ahmad di Jakarta hari ini.

Jumlah saham perseroan yang beredar saat ini sebanyak 41 juta lembar saham senilai Rp 41 miliar. Kepemilikan The Goodyear Tire & Rubber Company (Amerika) saat ini masih menguasai mayoritas saham perseroan dengan 34,850 juta lembar saham dan publik memiliki 6,150 juta lembar saham.

Sampai dengan September 2004, penjualan perseroan tumbuh 29 persen menjadi Rp 567,70 miliar dari Rp 439,16 miliar pada penjualan Januari-September 2003. Sedangkan laba perseroan tumbuh 42,7 persen, yakni dari Rp 17,96 miliar periode Januari-September 2003 menjadi Rp 25,64 miliar pada periode yang sama.

Menurut Zakariah, berdasarkan historis kebijakan keuangan, perseroan memberikan dividen sebesar 15 persen dari laba bersih. “Namun untuk dividen 2004, masih menunggu kesepakatan pemegang saham,” katanya.

Tahun ini, perusahaan akan meluncurkan dua produk ban baru pada kuartal pertama dan keempat 2005. “Peluncuran produk ini sebagai bagian dari strategi peningkatan penjualan,” katanya. Sebelumnya, Goodyear pada Agustus 2004 telah meluncurkan produk ban Eagle F 1.

Beberapa mitra bisnis yang menggunakan produk ban Goodyear diantaranya, Caterpillar, Proton, Toyota, Mercedez-Benz dan Komatsu. Saat ini kapasitas produksi perseroan mencapai 3,1 miliar unit dalam satu tahun.

Yuliawati Tempo


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Empat Anggota Bursa BES Resmi Dicabut Keanggotaannya
Mobile-8 Telecom Go Public Kuartal Pertama 2005
Bahtera Adimina Siapkan Rp 15 Miliar untuk Pelunasan Obligasi
Bakrie Telecom Siapkan Belanja Modal Esia Rp 1 Triliun
Pemegang Obligasi Barito Segera Rapat
Kasnic Turunkan Peringkat Obligasi Barito
BEJ: Pencabutan Suspend Bahtera Adimina Tunggu Kejelasan Informasi
Rencana Akuisisi Kopitime Masih Terganjal Suspend
Nilai Obligasi Bahtera Adimina Turun
RUPSLB Global Financindo Tak Jadi Bahas Stock Split
> selengkapnya...


Website

Badan Pengawas Pasar Modal
Bursa Efek Surabaya
Bursa Efek Jakarta


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< January,2005>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data