Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi dan Bisnis

Pemerintah Bahas Perusahaan Patungan Dengan Cemex
Jum'at, 14 Januari 2005 | 18:52 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah akan segera membahas detail struktur perusahaaan patungan (joint venture) yang akan dibentuk bersama dengan Cemex Asia Holding Ltd.

Perusahaan tersebut dibentuk bersama dengan Cemex sebagai bagian dari penyelesaian sengketa kedua belah pihak.

Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Sugiharto belum bisa memastikan apakah perusahaan patungan yang akan dibentuk itu, nantinya akan menjadi induk perusahaan ataukah anak perusahaan PT Semen Gresik Tbk. "Nanti akan kami bahas lebih lanjut," katanya kepada wartawan, Jum`at (14/1), di jakarta.

Sebelumnya, sumber Tempo menjelaskan bahwa pemerintah menawarkan kepada Cemex untuk bersama membentuk sebuah perusahaan semen baru. Perusahaan tersebut akan mengelola tiga aset Semen Gresik. yaitu Pabrik Tuban 1, Pabrik Tuban 2 dan Pabrik Tuban 3.

Mengenai apakah pendirian pabrik semen baru adalah opsi untuk menyelesaikan sengketa dengan Cemex, Sugiharto mengatakan: "Yang pasti pendirian pabrik itu adalah untuk kepentingan bangsa Indonesia ke depan," katanya.

Penawaran untuk mendirikan perusahaan semen patungan tersebut, kata dia, terbuka untuk umum. "Cemex tidak diprioritaskan, tawaran terbuka untuk siapa pun termasuk Semen Gresik," tambahnya.
Erwinda

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Konferensi pers PT Semen Gresik menjelaskan tentang spin off/ pemisahan diri perusahaan PT Semen Padang dan PT Semen Tonasa dari PT Semen Gresik, Jakarta, 2001 [TEMPO/ Bodi CH; K1A/215/2001; 20010510]. Direktur Utama (Dirut) PT Semen Gresik, Satriyo (kiri) dan kuasa hukumnya Todung Mulya Lubis (tengah) dalam jumpa pers usai RUPSLB PT Semen Padang di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Senin, 12/05/2003. Meski diwarnai aksi walk out dari komisaris dan direksi lama PT Semen Padang, menurut Satriyo, RUPSLB sah demi hukum karena menggunakan keputusan kasasi MA yang membolehkan Semen Gresik sebagai pemegang saham utama atau 99,99 persen saham Semen Padang untuk melakukan RUPSLB.  RUPSLB memutuskan Direktur Utama Dwi Sutjipto menggantikan Ikhdar Nizar, Komisaris Utama Ismed Yuzairi yang merupakan Mantan Pangdam Bukit Barisan menggantikan Saafroedin Bahar. 
[TEMPO/ Taufik Subarkah; Digital Image; 20030512].
Konferensi Pers PT Semen Gresik
Satriyo dan Todung Mulya Lubis

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

DPR Didesak Tolak Rencana Penjualan Pabrik Semen Tuban ke Cemex
Karyawan Semen Gresik Beraksi Lagi
Hari Ini 1000 Karyawan Semen Gresik Demo
Semen Gresik Targetkan Produksi Naik 8 Persen
Karyawan Semen Gresik Tolak Opsi yang Bisa Kurangi Saham Pemerintah
RUPS Semen Padang Dibatalkan
DPR : Saham Semen Gresik di Cemex Harus Dibeli Kembali
Meneg BUMN Minta Cemex Fair


Website

CEMEX Asia Holdings
PT Semen Gresik Tbk.


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Tak Ada Minyak Mentah Di Antapani
Walikota Cirebon Tolak Cairkan Gaji ke 13
Polisi Ringkus Pembuat Uang Palsu
Klinik HIV/AIDS untuk Napi Banceuy
PDIP Kecewa Kepala Daerah Dilarang Kampanye.

<< January,2005>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data