|
Ekonomi
Semen Andalas Rusak, Produksi Semen Berkurang 1,2 Juta Ton
Jum'at, 14 Januari 2005 | 22:23 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Produksi semen Indonesia akan berkurang sekitar 1,2 juta ton, akibat rusaknya PT Semen Andalas Indonesia. Semen Andalas ikut rusak diterjang bencana gelombang tsunami yang terjadi di Nanggroe Aceh Darussalam pada Minggu (26/12) lalu.
Pabrik Semen Andalas milik Lafarge Group, perusahaan asal Perancis, rata-rata berproduksi sekitar 1,2 juta ton per tahun. Dengan tidak berproduksinya Andalas, maka pasokan semen dalam negeri akan mengalami kekurangan sebesar 1,2 juta ton.
Menteri Perindustrian Andung A. Nitimihardja mengatakan, kerusakan pabrik semen itu saat ini belum bisa ditaksir karena masih perlu diterjunkan tim terlebih dahulu untuk mengetahui seberapa besar kerusakan yang diderita. Namun, untuk rehabilitasi dan rekonstruksi akan ditanggung oleh asuransi. “Yang penting ada full cover (asuransi),” kata Andung.
Apalagi, menurut Andung, berdasarkan laporan yang diterima dari Semen Andalas, dalam waktu enam bulan pabrik semen itu sudah bisa beroperasi kembali.
Data Departemen Perindustrian menyebutkan, produksi semen nasional tahun lalu mencapai 33 juta ton dan total produksi tahun ini diperkirakan akan sama seperti tahun lalu. Selama ini Semen Andalas memasok kebutuhan semen untuk wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Kepulauan Riau.
Sementara itu, menurut Presiden Direktur Semen Andalas Thomas P.Erhart mengatakan, perusahaan akan melakukan perbaikan secara bertahap. Beberapa fasilitas yang tidak rusak akan digunakan semaksimal mungkin.
“Perusahaan juga akan membangun silo terapung di Banda Aceh,” kata Thomas pada kesempatan terpisah di Jakarta.
Menurut dia, penggunaan silo itu akan dijadikan terminal sementara dalam proses, sebagai tempat pengepakan semen-semen yang didatangkan dari luar. Dengan langkah ini pabrik akan tetap memasok kebutuhan di Aceh, Sumatera Utara, dan Kepulauan Riau. Beberapa jaringan Lafarge Group seperti PT Lafarge Malayan Semen di Malaysia dan perusahaan Lafarge lainnya yang ada di Filipina dan Jepang akan memasok kebutuhan semen untuk wilayah ini.
Muchamad Nafi - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|