Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Sumatera Utara

Harga Mobil Sewa Meroket
Senin, 17 Januari 2005 | 04:41 WIB

TEMPO Interaktif, Medan: Bencana gempa dan tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatra Utara ternyata dimanfaatkan betul pengusaha rental mobil di Medan. Banyaknya relawan dari luar dan negara lain membutuhkan angkutan masuk ke Aceh. Hal itu membuat harga sewa mobil dan truk naik berlipat ganda dari harga semula. Biasanya sewa mobil ke Banda Aceh rata-rata Rp.600-700 ribu/hari, kini meningkat sekitar Rp 1 juta -2 juta. Truk kapasitas 8 ton biasa sewa sampai ke Aceh Rp 2 juta meningkat hingga Rp4 juta-4,5 juta sekali jalan.

Walau harga menggila tapi stok mobil dan truk yang disewakan juga habis disewa. Seperti di tempat sewa
truk di Pondok Kelapa, Jalan Asrama Medan. Biasanya, truk-truk mangkal menunggu sewa, kini orang harus antri menunggu truk kembali dari Aceh. "Kami kewalahan menerima pesanan truk untuk antar bantuan bencana Aceh. Disini sekitar 30-an truk, semuanya laku disewa," kata Hamid, supir truk yang ditemui Tempo, Minggu (16/1).

Melejitnya harga sewa mobil dan truk-truk tersebut sudah berlaku sejak seminggu pasca bencana. Rental mobil umumnya habis ketika sejumlah wartawan nasional dan luar negeri mencarternya untuk meliput ke Aceh sampai berhari-hari. Persewaan makin laris dengan masuknya bantuan asing terus menerus melalui pelabuhan Belawan dan bandara Polonia Medan.

Di pihak lain, kenaikan harga sewa yang berlebihan mengakibatkan aktivis dan relawan kecewa dan merasa dipermainkan pengusaha rental mobil di Medan. Hal ini
yang diungkapkan Jaya Arjuna, Kordinator Relawan
Transparancy Internasional Indonesia (TII) Sumut
kepada Tempo. "Kami kecewa dengan ulah pengusaha rental yang menangguk keuntungan di tengah orang tertimpa musibah besar. Seharusnya mereka juga harus punya naluri
kemanusiaan, tidak semata mencari keuntungan di tengah
kemalangan," katanya.

Disebutkannya kalau saat ini, pihaknya sedang
mengelola bantuan dari Jakarta untuk disalurkan ke
Aceh, tapi kesulitan untuk mendistribusikan melalui
darat karena tingginya harga sewa truk dan banyak truk
menghilang. "Barang bantuan kami sudah terlantar tiga hari, harga sewa truk menggila dan kalau pun ada tergantung siapa yang berani bayar mahal,"lanjutnya.

Bambang Soed dan Hambali Batubara






INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Kisah Abak-Anak Trauma Tsunami
Mereka Butuh Aktivitas
Pasukan Asing Setelah 26 Maret Masih Dimungkinkan
Adhi Karya Kerahkan Seratus Pekerja Bersihkan Banda Aceh
Guru Bantu Aceh Akan Diutamakan
Presiden Minta Struktur Bakornas PBP Diperbaiki
Perbaikan Jaringan Air Bersih di Aceh Butuh 2 Tahun
Mayat Masih Ditemukan di Pusat Banda Aceh
Parlemen Terus Desak Konggres AS untuk Hapus Embargo
Bantuan di Batam Masih Menumpuk
> selengkapnya...


Referensi

Ada Yang Malah Berenang di Lumpur
Lewat Pramuka Menuju Aceh
Nyiur di Meulaboh Tak Lagi Gagah Melambai
> selengkapnya...

Website

Info Penyakit Menular
Blog Khusus Tsunami Aceh
Palang Merah Indonesia
Kementerian Riset dan Teknologi
Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< January,2005>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data