|
Ekonomi dan Bisnis
Dana Pihak Ketiga Bank Global Sulit Dihitung
Senin, 17 Januari 2005 | 05:17 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Bank Indonesia (BI) mengakui kesulitan melakukan penghitungan dana pihak ketiga Bank Global sebelum mengumumkan kepada publik. Proses rekayasa perbankan yang dilakukan Direktur Utama Bank Gobal, Irawan Salim, membuat BI harus memilah mana saja dana pihak ke tiga yang termasuk penjaminan.
Rizal A Djafaara, Deputi Kepala Biro Komunikasi BI, ketika dihubungi melalui telepon Minggu (16/1), di Jakarta mengatakan, bentuk rekayasa perbankan yang dilakukan Irawan adalah melakukan perubahan pencatatan rekening namun tanpa disertai adanya setoran tunai ke bank. “BI harus menelusuri perbedaan dana catatan kepemilikan nasabah dengan adanya aliran arus kas, apabila tidak ada, itu tidak diakui,” katanya.
Mengenai keberatan beberapa nasabah dengan jumlah dana pihak ketiga yang dikeluarkan BI, kata Rizal, nasabah dapat melakukan konfirmasi kepada Unit Pelaksana Penjaminan Pemerintah (UP3). “Tim pengelola sementara telah menyerahkan jumlah dana pihak ketiga sejak Sabtu lalu (15/1). Namun, BI akan terus membantu proses verifikasi,” ucapnya.
Sebelumnya, seperti diberitakan, beberapa nasabah mempertanyakan data dana pihak ketiga yang dikeluarkan BI. Diantaranya, dari jumlah sekitar 50 nasabah pemegang tabungan Bank Global yang terkumpul, kepemilikannya mencapai sekitar Rp 200 miliar.
Sedangkan, dana pihak ketiga untuk tabungan yang dikeluarkan BI sebesar Rp 33 miliar.
Menurut Rizal, perbedaaan kepemilikan dana yang dimiliki nasabah tidak hanya dapat dibuktikan dengan hasil cetak komputer. “Harus ditelusuri adanya aliran dana atau tidak, print out tidaklah cukup,”katanya.
Yuliawati
INDEKS BERITA LAINNYA :
|