Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi dan Bisnis

DPR Desak Amandemen UU Tentang APBN 2005
Senin, 17 Januari 2005 | 21:11 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Fase rehabilitasi dan rekonstruksi di Provinsi NanggroeAceh Darussalam (NAD) dan Nias membutuhkan biaya yang sangat besar dan mendesak. Oleh karena itu, beberapa anggota DPR mendesak DPR dan pemerintah segera melakukan amandemen terhadap UU No.36 tahun 2004 tentang APBN tahun anggaran 2005.

Anggota DPR itu antara lain adalah Idealisman Dachi (sekretaris Fraksi Bintang Pelopor Demokasi), Max Moein (Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan), Burzah Zarnubi (FraksiBintang Reformasi), Rizal Djalil (Fraksi Partai Amanat Nasional), dan Angelina Sondakh (Fraksi Partai Demokrat).

Mereka meminta dalam amandemen itu dana pembangunan kemanusiaan dan infrastruktur di NAD dan Nias dapat segera terakomodasi dalam APBN termasuk hibah maupun realisasi komitmen bantuan dari negara sahabat.

Max Moein menjelaskan, pengajuan ini didasarkan pada UU No.17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara, yang menyatakan perubahan bisa dilakukan setiap saat asal ada usulan dari pemerintah dan sesuai prosedur yang berlaku.

Dia berharap dalam waktu dekat pemerintah harus segera melakukan koordinasi dengan Panitia Anggaran DPR.

Burzah menambahkan, tujuan amandemen itu adalah untuk menjamin kelancaran proyek-proyek di Aceh. Dia berharap pembangunan infrastruktur di Aceh dan Nias dilakukan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku sehingga akuntabilitasnya dapat dipertanggungjawabkan.

"Dana Tanggap Darurat untuk Aceh sebesar Rp 2 triliun, belum lagi sisa APBN Rp 14 triliun," katanya kepada wartawan usai menemui Ketua DPR Agung Lakson, siang tadi, Senin(17/1).

Burzah menjelaskan, mereka sudah menyampaikan hal tersebut kepada pimpinan DPR. "Pimpinan setuju dan akan dibicarakan pada rapat konsultasi dengan Presiden besok," katanya.
Suliyanti

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Rumah penduduk yang hancur karena bencana tanah longsor di desa Kemanukaan, Kec. Bagelen, Purworejo, Jawa Tengah. Foto: Rini/ PWI. Penduduk di lokasi bencana alam tanah longsor di Purworejo, Jawa Tengah, 2000. [TEMPO/LN Idayanie].
<br>
Dimuat majalah TEMPO 20001210-154
Tanah Longsor Purworejo
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Jerman Tawarkan Rawat Pasien di Kapal
Indonesia Perlu Undang-undang Darurat Bencana
Depsos Gandeng PT Pos Kelola Bantuan Aceh
Komunitas Kristen Indonesia Tolak Kristenisasi ala World Help
Ribuan Surat di Banda Aceh Belum Terkirim
KWI dan PGI Tolak Terlibat Program Worldhelp
Presiden Rayakan Idul Adha di Aceh
Menlu Hassan Bantah Misi Diplomatik Gagal
Ernest Young Akan Audit Bantuan Luar Negeri
DPR Interpelasi SK Wapres
> selengkapnya...


Referensi

Ada Yang Malah Berenang di Lumpur
Lewat Pramuka Menuju Aceh
Nyiur di Meulaboh Tak Lagi Gagah Melambai
Keppres RI No. 3 Tahun 2001 Tentang Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi
> selengkapnya...

Website

Info Penyakit Menular
Blog Khusus Tsunami Aceh
Palang Merah Indonesia
Kementerian Riset dan Teknologi
Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Ibu Tewas Tertabrak Bus Transjakarta
Kejaksaan Sudah Periksa 7 Orang
Tersangka Bom Ikan Ditangkap
Banyuwangi Dapat Rp 7 Miliar
Purwakarta Tunda Proyek Rp 26 Miliar

<< January,2005>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data