|
Ekonomi dan Bisnis
Sebelum Merger, Bank BUMN Disehatkan Dulu
Senin, 17 Januari 2005 | 21:49 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Negara BUMN Sugiharto menegaskan perlunya penyehatan sebelum dilakukan merger antarbank BUMN.
Penyehatan akan dilakukan dengan cara mendorong kualitas aktiva produktif (KAP), meningkatkan kualitas laba dan mendorong portofolio kredit. "Sebelum merger, bank-bank BUMN perlu disehatkan," kata Sugiharto, di Jakarta (17/1).
Menurut dia, bank BUMN memiliki pangsa pasar besar, sehingga apabila merger dilakukan dalam kondisi bank tidak sehat, maka akan memberikan dampak buruk bagi dunia perbankan. "Apabila bank disatukan tapi dalam kondisi tidak sehat, maka akan mengalami krisis, dapat kolaps karena pangsa pasar sangat besar," katanya.
Salah satu upaya penyehatan perbankan, tutur Sugiharto, yakni melalui peningkatan KAP yang akan berpengagruh pada rendahnya NPL (non-performing loan).
Sebelumnya, tutur Sugiharto, dia telah bertemu dengan BI membicarakan tentang konsolidasi perbankan, diantaranya menawarkan merger ataupun akuisisi. Namun, dalam pembicaraan tersebut belum dijelaskan dengan detail, termasuk kemungkinan bank BUMN sebagai anchor bank (bank jangkar) . "Yang dibicarakan tidak detail, hanya garis besar saja,"katanya.
Pada saat yang sama, dia mengatakan bahwa PT Bank Negara Indonesia kemungkinan akan didivestasi pada tahun ini. "Menunggu saat yang tepat, sehingga nilai jualnya lebih tinggi. Untuk itu perlu ditingkatkan milai BNI terlebih dahulu," tuturnya.
yuliawati/yandi mr/erwin
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
| Protes Menolak Privatisasi BUMN
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|