Bank BUMN Siap Danai Proyek Infrastruktur
Selasa, 18 Januari 2005 | 02:24 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk dan PT Bank Mandiri Tbk menyatakan siap mendanai proyek infrastruktur yang dicanangkan pemerintah hingga lima tahun ke depan. Proyek yang menjadi incaran antara lain, jalan tol, telekomunikasi dan pembangunan tenaga listrik.
Direktur Utama BNI, Sigit Pramono mengatakan kemungkinan kontribusi perbankan mendanai infrastruktur itu mencapai Rp 124 triliun dari kebutuhan dana sekitar Rp 200 triliun selama 5 tahun.
BNI, kata dia, mentargetkan bisa menyalurkan kredit infrastruktur sebesar Rp 23 triliun selama 5 tahun. "Memang harus ada kerja sama yang baik antara bank dan lembaga investasi lain, seperti pasar modal," katanya di sela acara Indonesia Infrastructure Summit di Hotel Sangrilla, Jakarta, Senin (17/1).
Perbankan, lanjutnya, tetap mempertimbangkan prinsip kehati-hatian dalam memberikan kredit ke infrastruktur. Misalnya, kata dia, bank akan melihat proyek jalan tol dengan perimbangan volume kendaraan dan tarifnya. BNI, kata Sigit, berminat membiayai proyek jalan tol trans Jawa.
Di tempat yang sama Direktur Utama BRI, Rudjito mengatakan sedang menjajaki kemungkinan sindikasi dengan bank lain mendanai proyek infrastruktur. BRI mengalokasikan penyaluran kredit infrastruktur sebesar Rp 500-800 miliar selama 2005. "Kami belum pilih proyeknya, tapi bidangnya antara lain jalan tol, telekomunikasi dan listrik".
BRI, jelas dia, sudah mengucurkan kredit infrastruktur meski dalam jumlah yang kecil. Total kredit BRI hingga saat ini mencapai Rp 58 triliun. Sementara target pertumbuhan kredit pada tahun ini mencapai Rp 12 triliun. Rudjito menjelaskan, BRI saat ini sedang menjajaki tender pembangunan pembangkit listrik di 30 tempat.
Hal senada diungkapkan Direktur Utama Bank Mandiri, ECW Neloe. Bank Mandiri akan menyisihkan 15 persen kredit untuk infrastruktur, dengan fokus utama pada proyek jalan tol, telekomunikasi dan pembangkit listrik.
Neloe menjelaskan, saat ini sedang melakukan penjajakan dengan bank luar negeri membiayai proyek itu. Investasi dalam proyek infrastruktur, lanjut dia, sifatnya jangka panjang. Untuk itu, lanjut dia, Mandiri hanya membiayai proyek pada saat konstruksi. (yandi mr)





