Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi dan Bisnis

ADB Tunjuk Konsultan Pipanisasi Kaltim-Jatim
Selasa, 18 Januari 2005 | 06:22 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Asian Development Bank (ADB) siap melakukan penunjukan konsultan untuk proyek pembangunan pipanisasi Kalimantan Timur-Jawa Barat.

ADB telah memberikan hibah sebesar US$ 1 juta pada PT Perusahaan Gas Negara pada November tahun lalu untuk melakukan studi proyek pembangunan pipanisasi Kalimantan Timur hingga Jawa Timur.

Menurut Direktur Utama PGN, WMP Simandjuntak, bulan depan di Manila akan dilakukan penunjukan konsultan oleh ADB lewat tender terhadap 6 konsultan. "Karena ini hibah maka ADB yang melakukan tender," kata Simandjuntak di Jakarta Senin (17/1).

Lebih lanjut dia mengatakan ADB telah berkomitment untuk melakukan studi yang lebih mendalam dan disitu akan dibahas mengenai pasar, produsen gas dan juga bagaimana mekanisme pembiayaannya. "Financing (pembiayaan) dilakukan antara pemberi pinjaman dan ekuitas," kata Simandjuntak.

Sebelumnya sejumlah lembaga keuangan internasional berminat untuk mendanai proyek pipanisasi gas dari Kalimantan Timur ke Jawa Timur yang akan dilakukan oleh PGN. Sejauh ini, Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB) telah berminat untuk mengucurkan dana US$ 280 juta untuk proyek bernilai US$ 1,1 miliar tersebut.

Selain ADB Bank Investasi Eropa (European Investment Bank/EIB) juga telah bersedia memberi pendanaan US$ 100 juta. Demikian pula Bank Dunia yang menyiapkan dana US$ 150 juta.

Pembangunan pipa ini penting pipa mengingat kebutuhan gas pada tahun 2010 diperkirakan mencapai 3 triliun kaki kubik per hari.

PGN sudah memastikan bahwa kebutuhan listrik di Jawa Timur nantinya akan meningkat hingga 12.000 megawatt. Jadi dibutuhkan gas yang cukup besar dan kita tidak bisa hanya bergantung kepada gas dari Jawa saja dan harus mendatangkan dari Kalimantan Timur seperti dari Lapangan Donggi, Tangguh dan lain-lain. (muhamad fasabeni)



INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Menlu Hassan Bantah Misi Diplomatik Gagal
Jusuf Kalla: Keputusan Paris Club Belum Final
BI: Pemerintah Seharusnya Minta Pembatalan Utang Luar Negeri US$ 218,5 Juta
BI: Moratorium Sebaiknya 15 tahun
Infid Minta Paris Club Hapuskan Utang Indonesia
Sejumlah Ekonom Pertanyakan Moratorium Utang
Jepang Tawarkan Moratorium Utang bagi Indonesia
Paris Club Setuju Bahas Soal Moratorium Utang Negara Korban Tsunami
Yusuf Kalla: Moratorium Diajukan Saat Paris Club
Koalisi LSM Minta Bicara di Forum KTT
> selengkapnya...


Referensi

Keppres RI No. 31 Tahun 1999 Tentang Pembentukan Badan Restrukturisasi Utang Luar Negeri Perusahaan Indonesia ( Indonesian Debt Restructuring Agency )

Website

Departemen Keuangan
Bank Indonesia
Moody's Investors Service
Standard & Poor's
International Monetary Fund
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Ibu Tewas Tertabrak Bus Transjakarta
Kejaksaan Sudah Periksa 7 Orang
Tersangka Bom Ikan Ditangkap
Banyuwangi Dapat Rp 7 Miliar
Purwakarta Tunda Proyek Rp 26 Miliar

<< January,2005>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data